Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Lewat MoU di Miyagi
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 22-08-2025 | 11:48 WIB
MoU-Miyagi.jpg Honda-Batam
Pemerintah Indonesia dan Prefektur Miyagi, Jepang, resmi menandatangani MoU terkait pengembangan, penempatan, dan penerimaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan status Specified Skilled Worker (SSW), bertepatan dengan gelaran Job Fair Miyagi 2025 di Yume Messe Miyagi, Rabu (20/8/2025). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Prefektur Miyagi, Jepang, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan, penempatan, dan penerimaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan status Specified Skilled Worker (SSW).

Kesepakatan ini menjadi tonggak baru dalam kemitraan ketenagakerjaan kedua negara, bertepatan dengan gelaran Job Fair Miyagi 2025 di Yume Messe Miyagi, Rabu (20/8/2025).

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang, tetapi juga memastikan perlindungan dan kesejahteraan PMI.

"Indonesia siap berkontribusi mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang dengan menyediakan pekerja profesional, sambil tetap menempatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja sebagai prioritas," ujarnya, demikian dikutip laman Kemlu.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Miyagi, Yoshihiro Murai, Menteri Karding juga menekankan pentingnya memperdalam kerja sama di bidang ketenagakerjaan, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Delegasi Indonesia turut berdialog dengan CEO perusahaan Miyagi untuk membahas peluang perekrutan terstruktur serta program pelatihan berbasis kebutuhan industri.

MoU tersebut mencakup penguatan pelatihan bahasa, orientasi pra-keberangkatan, hingga program vokasi bagi calon PMI. Selain itu, kedua pihak sepakat memperkuat layanan perlindungan, termasuk konsultasi, mekanisme pengaduan, dan pemantauan berkelanjutan.

Job Fair Miyagi 2025 menghadirkan lebih dari 120 perusahaan, 27 organisasi pengawas, 11 lembaga pendukung, serta P3MI dari Indonesia, dengan total peserta mencapai lebih dari 2.000 orang. Dalam kesempatan itu, Menteri Karding juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Indonesia yang telah berperan menyiapkan pekerja terampil.

Rangkaian kunjungan, dialog, dan penandatanganan MoU di Miyagi diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi bersama, tetapi juga mempererat ikatan antar-masyarakat Indonesia dan Jepang.

Editor: Gokli