Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Targetkan Pasar Global, Indonesia Siap Pamerkan Gim Lokal di Gamescom 2025
Oleh : Redaksi
Selasa | 19-08-2025 | 13:08 WIB
Gamescom-2025.jpg Honda-Batam
Gamescom 2025 di Koln, Jerman, pada 20-22 Agustus 2025. (Applivery)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia siap unjuk gigi di ajang pameran gim terbesar dunia, Gamescom 2025, yang digelar di Koln, Jerman, pada 20-22 Agustus 2025. Kementerian Perdagangan RI menegaskan partisipasi ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat lompatan industri gim nasional ke pasar global.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menekankan momentum tersebut menjadi panggung penting bagi Indonesia memperkenalkan potensi kreatifnya. "Industri gim Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Gamescom 2025 menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan potensi Indonesia kepada dunia. Kami berkomitmen mendukung para pengembang agar mampu menembus pasar global, memperluas ekspor, dan menjadikan Indonesia pemain penting di kancah industri gim internasional," ujarnya dalam keterangan pers, Senin (18/8/2025).

Indonesia hadir dengan Paviliun seluas 60 meter persegi di aula 03.2, menampilkan karya 10 studio gim terpilih, di antaranya Agate, Digital Happiness, Busy Beaver Studio, Gambir Studio, hingga Lapakgaming. Selain pameran, delegasi Indonesia telah menjadwalkan 222 pertemuan bisnis melalui aplikasi MeetToMatch guna membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan partisipasi ini bukan hanya soal promosi, tetapi juga strategi jangka panjang. "Partisipasi ini bukan sekadar promosi, tetapi juga peluang membangun kolaborasi jangka panjang dengan mitra strategis global. Kami yakin, dengan dukungan pemerintah, ekosistem gim Indonesia bisa bersaing di pasar internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor jasa secara signifikan," katanya.

Partisipasi Indonesia di Gamescom 2025 merupakan yang ketiga kalinya sejak pameran bergengsi ini digelar pada 2009. Tahun ini, Indonesia bergabung bersama 72 negara lain dengan lebih dari 1.500 peserta. Kehadiran ini juga menjadi bentuk kolaborasi lintas lembaga, mulai dari Kemendag, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kedutaan Besar RI di Berlin, hingga Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Nilai industri gim global diproyeksikan mencapai USD 397,21 miliar pada 2029. Adapun pasar Jerman sebagai tuan rumah turut meningkat dari USD 5,35 miliar pada 2024 menjadi USD 6,95 miliar pada 2027.

Editor: Gokli