Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perangi Penyelundupan Senjata, Polri Usulkan Platform Digital ASEAN
Oleh : Redaksi
Selasa | 12-08-2025 | 13:08 WIB
delegasi-polri.jpg Honda-Batam
Delegasi Polri, saat menghadiri Workshop on Implementing the ASEAN Declaration on Combating Arm Smuggling di Hotel Angkor Miracle, Kamboja, Rabu (6/8/2025). (Foto: Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Delegasi Polri mendorong penguatan kerja sama regional ASEAN dalam pemberantasan penyelundupan senjata dengan mengusulkan pembentukan platform digital terintegrasi di tingkat ASEAN.

Usulan ini disampaikan dalam Workshop on Implementing the ASEAN Declaration on Combating Arm Smuggling di Hotel Angkor Miracle, Kamboja, Rabu (6/8/2025).

Platform yang diinisiasi Polri tersebut diharapkan menjadi sarana pertukaran informasi strategis antarnegara ASEAN. Fitur yang direncanakan meliputi data rute penyelundupan, basis data pelaku, protokol standar senjata, detail tipe senjata, nomor seri, lokasi atau jalur yang sering digunakan, hingga kelompok kejahatan yang terlibat.

Perwakilan Polri, Kombes Pol Dr Andi Sinjaya, mengatakan ide ini terinspirasi dari keberhasilan pengembangan platform serupa dalam penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kawasan. "Dengan adanya sistem terpadu, koordinasi dan respons penegakan hukum lintas negara akan menjadi lebih cepat dan efektif," ujarnya dalam sesi diskusi.

Workshop tersebut menjadi langkah konkret implementasi Deklarasi ASEAN tentang Pemberantasan Penyelundupan Senjata. Kegiatan dibuka oleh Ketua Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Kamboja, dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Jerman, serta difasilitasi oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Hadir pula para pakar dari GIZ, SEESAC, dan Jerman.

Para ahli membahas dampak destruktif proliferasi senjata ringan, pentingnya penandaan dan identifikasi standar, serta penerapan basis data senjata nasional seperti yang telah berjalan di Jerman.

Kehadiran Delegasi Polri, termasuk Iptu M. Azwar Nur dan Iptu Triana Yunita Meutia, menegaskan komitmen Indonesia memerangi kejahatan lintas negara sekaligus menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Editor: Gokli