Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bawaslu RI Bedah Buku 'Srikandi Mengawasi Pemilu' di Batam, Soroti Kiprah Perempuan dalam Demokrasi
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 12-08-2025 | 11:28 WIB
AR-BTD-4663-Bawaslu-RI.jpg Honda-Batam
Bawaslu RI menggelar bedah buku Srikandi Mengawasi Pemilu di Ballroom Hotel Asia Link, Selasa (12/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggelar bedah buku Srikandi Mengawasi Pemilu di Ballroom Hotel Asia Link, Selasa (12/8/2025). Buku ini mengangkat peran penting perempuan dalam menjaga integritas demokrasi sekaligus merekonstruksi sejarah yang kerap bias patriarki dan kolonial.

Tenaga Ahli Bawaslu RI sekaligus editor buku, Apriyanti Marwah, mengatakan Batam dipilih sebagai lokasi strategis karena menyimpan banyak kisah perjuangan perempuan yang belum banyak terungkap.

"Buku ini mengingatkan peran besar perempuan yang selama ini turut berpikir, bergerak di masyarakat, bahkan berjuang di medan perang. Mereka bukan sekadar objek, tapi subjek sejarah," ujarnya dalam sambutan.

Buku tersebut ditulis oleh 30 penulis, termasuk dua perempuan Bawaslu Kepulauan Riau: Maryamah, Kepala Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas; serta Rosnawati, Kepala Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi.

Maryamah mengungkapkan tantangan ganda yang dihadapi perempuan pengawas pemilu. Selain berhadapan dengan dinamika politik di lapangan, mereka juga harus menyeimbangkan peran domestik di rumah.

"Kita harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Saat tugas mendadak datang, kita wajib profesional, menyimpan masalah pribadi di 'peti ajaib' untuk diselesaikan nanti," tutur Maryamah.

Sementara itu, Rosnawati menceritakan pengalamannya menembus stigma di dunia pengawasan pemilu. Sebagai perempuan berhijab syar'i, ia mengaku kerap mendapat cibiran, bahkan dari rekan kerja. "Banyak yang meragukan kemampuan saya memimpin divisi penanganan pelanggaran. Tapi saya memilih membuktikan dengan kerja nyata, profesional, dan kolaborasi yang kuat," ujar Rosnawati.

Menurutnya, kehadiran perempuan di posisi strategis pengawasan pemilu membuktikan bahwa demokrasi memerlukan keberagaman perspektif. "Kerja keras adalah jawaban terbaik untuk semua keraguan," tegasnya.

Bedah buku di Batam ini menjadi bagian dari rangkaian peluncuran Srikandi Mengawasi Pemilu yang sebelumnya diadakan di Aceh dan Sumatera Selatan, dan akan berlanjut ke daerah lain di Indonesia.

Editor: Gokli