Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kementrans Buka Program Studi Beasiswa Patriot 2026 untuk 1.100 Mahasiswa
Oleh : Irawan
Jum\'at | 30-01-2026 | 14:08 WIB
IMG-20260130-WA0007(1)_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Mentransfer, M Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) secara resmi mengumumkan program studi Beasiswa Patriot 2026 dengan total kuota 1.100 mahasiswa S2 (pascasarjana) kuliah di kampus-kampus top negeri dan bergensi di Indonesia. 

Namun, para penerima beasiswa pascasarjana ini akan menempuh studi di Kampus Patriot yang ada di Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, Kepulauan Riau; Kawasan Transmigrasi Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat; dan Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan.

Menteri Transmigrasi (Mentransfer) M Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan Beasiswa Patriot bukan proyek coba-coba, melainkan program prioritas yang disiapkan secara serius dengan melibatkan sinergi berbagai perguruan tinggi unggulan dalam negeri.

Mentrans menilai Indonesia tidak perlu minder terhadap institusi luar negeri karena kualitas akademik nasional mampu menjawab tantangan pembangunan. "Produk lokal tidak kalah. Justru Beasiswa Patriot ini ingin menunjukkan perguruan tinggi kita mampu berkontribusi langsung untuk masyarakat," ujar Menteri Transmigrasi.

Ia menekankan pendidikan dalam Beasiswa Patriot tidak berhenti pada capaian akademik semata. Pengetahuan harus menjadi alat untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun keadilan ekonomi.

Sehingga dengan pendekatan tersebut, para penerima Beasiswa Patriot diharapkan hadir sebagai solusi nyata di kawasan transmigrasi.

Berikut daftar program studi Beasiswa Patriot 2026 di 3 Kawasan Transmigrasi:

1. Kampus Patriot Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kuota 280 Mahasiswa)

Terdapat 14 program studi yang ditawarkan di Barelang dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.

  • Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS): Teknik Kelautan; Teknik Perkapalan, Teknik Sipil; dan Teknik Fisika (Rekayasa Energi Terbarukan)
  • Institut Teknologi Bandung: Logistik; dan Perencanaan Kepariwisataan
  • IPB University: Manajemen Sumber Daya Perairan (Teknologi Hasil Perairan)
  • Universitas Indonesia (UI): Ilmu Kelautan; dan Industri Kreatif
  • Universitas Diponegoro (Undip): Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik dan Manajemen Industri
  • Universitas Padjadjaran (Unpad): Perikanan; dan Konservasi Laut
  • Universitas Gajah Mada (UGM): Agronomi

2. Kampus Patriot Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat (Kuota 240 Mahasiswa)

Terdapat 12 program studi yang ditawarkan di Kalukku dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.

  • Institut Teknologi Bandung (ITB) : Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Teknik Geodesi dan Geomatika; Teknik Kimia; dan Rekayasa Pertambangan
  • Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) : Teknik Material dan Metalurgi; dan Sistem Informasi
  • IPB Universit: Agronomi dan Hortikultura
  • Universitas Indonesia (UI): Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
  • Uiversitas Diponegoro (Undip): Teknik Lingkungan; dan Peternakan
  • Universitas Padjajaran (Unpad): Teknologi Agroindustri
  • Universitas Gajah Mada (UGM): Manajemen Agribisnis

3. Kampus Patriot Salor, Merauke, Papua Selatan (Kuota 580 Mahasiswa)

Terdapat 29 program studi yang ditawarkan di Salor dengan kuota penerima sebanyak 20 orang untuk setiap program studi.

  • IPB University: Teknologi Pascapanen; Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Manajemen Pembangunan Daerah; Ilmu Tanah; Ilmu Nutrisi dan Pakan; Bioteknologi; Ilmu Ekonomi Pertanian; dan Ilmu Gizi
  • Institut Teknologi Bandung (ITB): Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS); Teknik Geologi; Teknik Mesin (Pertanian); dan Sistem dan Teknologi Informasi
  • Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS): Teknik Lingkungan; Teknik Geomatika; Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); dan Teknik Elektro
  • Universitas Indonesia (UI): Teknik Sipil Peminatan Manajemen Infrastruktur; Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan; dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • Universitas Diponegoro (Undip): Energi; dan Manajemen Sumber Daya Perairan
  • Universitas Padjajaran (Unpad): Antropologi; Ilmu Peternakan; Pariwisata Berkelanjutan; dan Ilmu Hukum (Agraria)
  • Universitas Gajah Mada (UGM): Agronomi; Ilmu Perikanan; Teknologi Industri Pertanian; dan Teknologi Hasil Perkebunan

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Bondan Djati Utami menegaskan Beasiswa Patriot 2026 dirancang sebagai instrumen strategis pembangunan kawasan.

Program ini merupakan bagian dari skema besar Transmigrasi Patriot 2026 yang mengintegrasikan pendidikan, riset aplikatif, dan pengabdian masyarakat guna memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ekonomi berkelanjutan.

"Beasiswa Patriot tidak hanya kami posisikan sebagai program pendidikan, tetapi sebagai investasi sumber daya manusia untuk kawasan transmigrasi. Para awardee kami siapkan agar mampu hadir langsung di lapangan, memahami persoalan masyarakat di lapangan, dan menghasilkan solusi berbasis keilmuan yang aplikatif dan berkelanjutan," ujar Bondan Djati Utami.

Pelaksanaan beasiswa di tiga kawasan transmigrasi tersebut merupakan hasil pemetaan kebutuhan kawasan yang matang.

"Setiap kawasan memiliki karakter dan tantangan yang berbeda karena itu, penempatan program studi, skema pembelajaran, hingga tugas akhir dirancang secara spesifik agar benar-benar mendukung penguatan ekonomi, kelembagaan, dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi," kata Bondan.

Melalui Beasiswa Patriot 2026, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang pembelajaran, laboratorium pembangunan, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Program ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga transfer pengetahuan terhadap pengembangan dan pembangunan kawasan transmigrasi.

Editor: Surya