Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menag Ajak Umat Beragama Wujudkan Indonesia sebagai Rumah Besar yang Damai
Oleh : Redaksi
Senin | 11-08-2025 | 10:28 WIB
RI-damai.jpg Honda-Batam
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, saat menghadiri Ikrar Bela Negara dan Zikir Kebangsaan yang digelar Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (JATMA ASWAJA) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/8/2025). (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk bersama-sama membangun negeri sebagai rumah besar yang nyaman, damai, dan rukun bagi semua.

Ajakan ini ia sampaikan saat menghadiri Ikrar Bela Negara dan Zikir Kebangsaan yang digelar Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (JATMA ASWAJA) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (10/8/2025).

"Mari kita jadikan Indonesia rumah besar bagi umat beragama. Pluralisme yang kita miliki adalah kekayaan yang harus dibuktikan dengan kehidupan yang damai dan rukun," kata Menag, demikian dikutip laman Kemendag.

Acara yang diawali pembacaan Ikrar Bela Negara oleh tokoh-tokoh besar keagamaan ini digelar untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Sejumlah tokoh nasional dan internasional hadir, menjadikannya momentum penting untuk memperkuat persatuan, kesatuan, dan cinta tanah air di tengah kemajemukan bangsa.

"Dengan hadirnya tokoh-tokoh besar di sini, kita berharap Indonesia dapat menjadi pemimpin peradaban Islam modern di masa depan. Peradaban maju lahir dari negara yang stabil dan damai penduduknya," ujar Nasaruddin.

Ia menegaskan, toleransi dan persatuan akan terwujud jika setiap pemeluk agama mendalami ajarannya secara sungguh-sungguh. "Jika setiap orang memahami agamanya dengan baik, semakin sulit menemukan alasan untuk saling membedakan, apalagi memecah belah," tegasnya.

Menurutnya, inti semua ajaran agama adalah kebaikan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama. Pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai tersebut akan memperkuat daya tahan bangsa dari perpecahan.

Menutup acara, Menag mengajak umat beragama menjadikan nilai kemanusiaan sebagai inti pengamalan ajaran. Ia menekankan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai pusat ritual, tetapi juga pusat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial.

"Rumah-rumah ibadah mestinya juga menjadi rumah kemanusiaan. Jika umat membutuhkan pertolongan, mereka tahu masjid atau rumah ibadah akan menjadi tempat yang memberi solusi dan harapan," pungkasnya.

Editor: Gokli