Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gencarkan Ekspor ke ASEAN, Mendag Ajak UMKM Manfaatkan AOSD 2025
Oleh : Redaksi
Sabtu | 09-08-2025 | 09:48 WIB
AOSD-2025.jpg Honda-Batam
Menteri Perdagangan, Budi Santoso bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti meluncurkan ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (7/8/2025). (Foto: Kemendag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memanfaatkan momentum ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2025 untuk memperluas pasar ekspor, khususnya ke negara-negara ASEAN.

Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Kick Off dan Sharing Session AOSD 2025 di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Mengusung tema 'A Click to Prosperity', AOSD 2025 yang berlangsung 8-10 Agustus bertujuan mendorong minat belanja daring sekaligus mempromosikan produk unggulan UMKM ASEAN. "Melalui AOSD 2025, kami ingin UMKM Indonesia semakin dikenal di pasar global. Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar tujuan ini tercapai," ujar Budi, demikian dikutip siaran pers Kemendag.

Ia menegaskan pentingnya peran e-commerce dalam mendukung ekspor UMKM, serta mengapresiasi Shopee sebagai mitra strategis transaksi lintas batas dan FedEx Indonesia yang menjajaki dukungan logistik untuk AOSD 2025.

"Program UMKM BISA Ekspor telah memfasilitasi 773 UMKM dengan transaksi senilai USD 90,04 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Kami harap kolaborasi ini semakin kuat," tambahnya.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, menilai AOSD 2025 dapat mendukung peningkatan daya saing UMKM. "Kami menekankan pentingnya e-commerce untuk pertumbuhan UMKM dan berharap AOSD 2025 meningkatkan kualitas UMKM Indonesia di ASEAN," katanya.

Dukungan juga datang dari Daniel Minardi, Director of Business Partnership Shopee Indonesia, yang menegaskan komitmen membantu UMKM go global melalui Program Ekspor Shopee dan Shopee FLEXI sejak 2019. Program ini telah mengekspor 60 juta produk lokal ke berbagai negara.

Kegiatan ini diisi sharing session yang diikuti lebih dari 100 UMKM dengan materi meliputi potensi pasar ASEAN, strategi pemasaran digital, pemanfaatan hasil perundingan perdagangan, edukasi logistik, dan kesiapan ekspor. Beberapa pelaku UMKM berbagi pengalaman sukses, seperti Lusi Rahma dari Jati Aji, produsen furnitur berbahan limbah kayu, yang berhasil menembus pasar luar negeri setelah mengikuti AOSD 2023.

AOSD merupakan portal belanja daring lintas batas yang mempertemukan pelaku usaha dan konsumen di ASEAN. Pada 2024, nilai transaksi e-commerce nasional mencapai Rp 487 triliun, naik 7,3 persen dari tahun sebelumnya, dan menyumbang 75 persen dari nilai ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 90 miliar.

Editor: Gokli