Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dukung Industri Hotel dan F&B Berkelanjutan

FHI 2025 Berlangsung Sukses, Dipadati 41 Ribu Pengunjung dari 48 Negara
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 08-08-2025 | 09:08 WIB
0808_fhi-2025-jakarta-01_8474578.jpg Honda-Batam
FHI 2025 berlangsung selama empat hari, dari 22 hingga 25 Juli lalu, kawasan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran disesaki oleh lebih dari 41 ribu pengunjung dari 48 negara. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pameran industri kuliner dan perhotelan terbesar di Indonesia, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025, kembali digelar dengan gaung besar. Selama empat hari, dari 22 hingga 25 Juli lalu, kawasan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran disesaki oleh lebih dari 41 ribu pengunjung dari 48 negara.

Ajang dua tahunan ini tak hanya jadi etalase bagi produk unggulan dunia, tapi juga panggung kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan keberlanjutan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka pameran edisi ke-19 ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integrasi prinsip keberlanjutan dalam industri perhotelan dan makanan-minuman, sektor yang kini menyumbang sekitar 38 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional.

"Pameran ini jadi jembatan bagi pelaku industri lokal untuk bersaing di pasar global," ujar Riefky.

Pameran yang juga membawahi Hotelex Indonesia, Finefood Indonesia, dan Retail Indonesia ini menghadirkan lebih dari 700 peserta dari 35 negara. Jumlah pengunjung tahun ini tercatat melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Panggung bagi Bisnis dan Praktik Berkelanjutan

Direktur Portofolio FHI, Juanita Soerakoesoemah, menyebut kesuksesan FHI 2025 tak lepas dari misi utamanya: mendorong transformasi industri yang lebih hijau dan inklusif. Lewat dukungan komunitas profesional dan asosiasi industri, FHI membangun ekosistem yang aktif mendorong praktik ramah lingkungan.

Tak kurang dari 1.100 sesi pertemuan bisnis terselenggara selama pameran. Program Business Matching jadi salah satu platform andalan yang mempertemukan pebisnis dari berbagai penjuru dunia, memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama baru.

Kompetisi Bergengsi, Panggung Unjuk Daya Talenta Kuliner

Dari dapur hingga gelas, FHI 2025 jadi ajang unjuk kebolehan para profesional industri. Salon Culinaire Competition yang digelar oleh Association of Culinary Professionals (ACP) bersama World Chef menampilkan keahlian kuliner dari tim-tim terbaik Asia, termasuk dari Malaysia, Taiwan, hingga Indonesia.

Tiga kategori utama --Asian Gourmet, Pastry LIVE, dan Display Competition-- menghasilkan nama-nama baru yang menjanjikan di dunia kuliner. Di kategori pastry, nama seperti Richard Soetrisno, Olivia Kristal, hingga duo Gary Tan dan Larissa Yuanita Putri meraih medali emas berkat kreasi inovatif mereka.

Tak hanya itu, FHI juga memeriahkan panggung kompetisi minuman. Indonesia Coffee Events menobatkan Linda Rusli sebagai juara Latte Art Scholars Competition. Sementara itu, Ready-To-Drink Cocktails in a Can Competition memberi sorotan pada dua pemenang kreatif, William Ekaputra Mulia dengan Iebnag' Ginseng & Tonic dan Paskasius Alvino dengan Lawas, cocktail berbasis pala dari Maluku.

Ajang baru bertajuk World Fashion Drink Competition (WFDC) pun mencuri perhatian. Kompetisi mixology penuh gaya ini memilih tiga wakil Indonesia untuk melaju ke final dunia di Shanghai 2026.

Workshop dan Seminar: Dari Sertifikasi Halal hingga Pewarna Alami

Tak sekadar pameran dagang, FHI 2025 juga menyuguhkan ragam seminar dan lokakarya industri. Wine Master Class oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) kembali digelar, menyoal seluk-beluk sparkling wine dari Eropa.

Isu sertifikasi halal juga jadi sorotan. LPPOM MUI menggelar seminar edukatif terkait tantangan dan strategi dalam memperoleh sertifikasi, yang kini menjadi kewajiban hukum bagi pelaku usaha pangan di Indonesia.

Beragam seminar dari mitra internasional seperti U.S. Meat Export Federation, Saladplate, hingga Magalarva menyuguhkan perspektif tentang inovasi, teknologi, dan sustainability dalam industri hospitality dan F&B.

Dari Limbah Menjadi Solusi

Isu lingkungan tak luput dari perhatian. Lewat seminar bertajuk Who Pays the Climate Price, organisasi 4Good Things mengingatkan kembali soal tanggung jawab industri terhadap krisis sampah plastik. Sementara RekaLagam, startup pewarna alami, menunjukkan cara cerdas memanfaatkan limbah tambang dan pertanian sebagai bahan baku pigmen ramah lingkungan.

Inklusi Sosial di Dunia Kopi

Kisah inspiratif turut hadir melalui kolaborasi Kopi Kamu dan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS). Anak-anak berkebutuhan khusus dilibatkan dalam pelatihan barista profesional, memperlihatkan bahwa inklusi sosial dapat berjalan seiring dengan praktik bisnis yang manusiawi.

"Semangat dan kedisiplinan mereka patut diacungi jempol," ujar Sri Hartani, pengurus POTADS, saat ditemui di booth Kopi Kamu.

Langkah Berkelanjutan ke Depan

Mengusung tema "Membangun Masa Depan Industri Kuliner dan Perhotelan yang Berkelanjutan," FHI 2025 menegaskan komitmennya sebagai penggerak industri hijau. Beragam inisiatif seperti seminar Sustainable Water Solutions oleh Waterhub, dan sesi Beyond the Fryer oleh Noovoleum jadi bagian penting dalam mengedukasi pelaku industri agar tak sekadar untung, tapi juga peduli bumi.

Leonarita Hutama, Manajer Komunikasi FHI 2025, menyebut FHI telah menjadi katalisator perubahan.

"Banyak pelaku industri kini sadar bahwa keberlanjutan adalah masa depan. Kami hanya memberi wadah bagi mereka untuk berinovasi dan berkolaborasi," katanya.

Pameran ini akan kembali hadir dalam Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) pada April 2026 mendatang, disusul oleh FHI edisi berikutnya di bulan Juli 2026.

Editor: Gokli