Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera, Inflasi Tetap Terkendali
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 07-08-2025 | 18:08 WIB
grafik-ekonomi-22_(1).jpg Honda-Batam
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pertumbuhan solid sebesar 7,14 persen (yoy) pada triwulan II 2025, menurut rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,16 persen.

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, menyampaikan, secara kumulatif, ekonomi Kepri tumbuh 6,15 persen (ctc), tertinggi di Sumatera dan menyumbang 7,18 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pulau Sumatera.

Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor industri pengolahan yang naik 6,96 persen, sektor pertambangan dan penggalian 24,21 persen, serta konstruksi 7,75 persen. "Sektor perdagangan besar dan eceran juga mencatat kenaikan 2,91 persen, menunjukkan geliat ekonomi yang makin kuat di tengah kinerja ekspor dan aktivitas migas di Natuna," ujar Adidoyo Prakoso, Kamis (7/8/2025).

Adidoyo menjelaskan, konsumsi rumah tangga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan, khususnya karena momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan long weekend yang mendorong sektor pariwisata.

Dari sisi pengeluaran, investasi menjadi motor utama. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) naik 8,70 persen, diikuti ekspor 3,57 persen. Investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi faktor pendukung utama, termasuk proyek KEK Kesehatan Internasional, Terminal 2 Bandara Hang Nadim, serta ruas jalan prioritas.

Di sisi lain, inflasi Kepri tetap terkendali. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2025 tercatat naik 0,19 persen (mtm) atau 1,97 persen (yoy). "Inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan dan minuman, namun kelompok lain seperti pakaian, perumahan, dan transportasi mengalami inflasi yang lebih rendah," terangnya.

Bank Indonesia mencatat, inflasi di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun masing-masing masih dalam batas aman. Stabilitas ini ditopang oleh penguatan koordinasi pengendalian inflasi melalui TPID, pasar murah, dan peningkatan produksi pangan.

Adidoyo Prakoso, menambahkan, bahwa Kepri masih memiliki prospek pertumbuhan positif. Ini ditopang oleh berlanjutnya pembangunan KEK, geliat sektor pariwisata, serta potensi ekspor non-migas ke Thailand dan Kamboja.

"Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga inflasi tetap dalam rentang sasaran, serta mempercepat reformasi perizinan dan peningkatan insentif investasi," pungkasnya.

Editor: Yudha