Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Batam Jadi Pusat Produksi Energi Masa Depan

CLOU Electronics Resmikan Pabrik Baterai Pintar di Kawasan Industri Tunas Prima Batam, Pertama di Indonesia
Oleh : Aldy
Jumat | 25-07-2025 | 13:48 WIB
CLOU-Electronics.jpg Honda-Batam
CLOU Electronics, meresmikan pabrik Battery Energy Storage System (BESS) pertamanya di luar negeri yang berlokasi di Kawasan Industri Tunas Prima, Batam, pada Kamis (25/7/2025). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - CLOU Electronics, perusahaan teknologi energi asal Tiongkok, meresmikan pabrik Battery Energy Storage System (BESS) pertamanya di Indonesia --yang berlokasi di Kawasan Industri Tunas Prima, Kota Batam, pada Kamis (25/7/2025). Pabrik ini ditargetkan menjadi pusat produksi sekaligus penerapan teknologi energi pintar untuk pasar Asia Tenggara.

Presiden CLOU, Aaron Li, menyampaikan, pembangunan pabrik ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi wahana implementasi teknologi milik CLOU secara langsung di kawasan industri.

"Kita tak hanya berfokus pada produksi, namun akan menjadi sarana penerapan langsung teknologi energi pintar," ujar Aaron Li dalam sambutannya.

Lebih dari 70 undangan hadir dalam acara peresmian, termasuk perwakilan otoritas kawasan industri, pelanggan, serta jajaran manajemen dari Midea dan CLOU. Acara diawali dengan pemaparan pengembangan fasilitas serta produk unggulan CLOU, yakni Aqua C2.5, sistem penyimpanan energi berbasis baterai dengan pendingin cair yang dirancang untuk efisiensi tinggi dan stabilitas suhu.

Peresmian secara simbolis dilakukan di Pabrik #15 melalui prosesi pemotongan pita dan serah terima kunci operasional. Para tamu juga diajak berkeliling meninjau fasilitas tahap pertama yang telah dilengkapi dengan standar industri internasional, sistem keselamatan terintegrasi, dan tata daya yang dirancang untuk kapasitas produksi mencapai 4 GWh per tahun. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada awal 2026.

Tur fasilitas ditutup dengan kunjungan ke zona produksi di Gedung #15, #16, dan #17, serta presentasi rencana ekspansi jangka panjang seiring meningkatnya permintaan sistem penyimpanan energi di kawasan Asia Tenggara.

Aaron Li menekankan kehadiran pabrik ini memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan industri berbasis teknologi tinggi di Indonesia. "Investasi ini menjadi indikator penting peran strategis Batam dalam diversifikasi industri kawasan, menciptakan lapangan kerja berbasis teknologi tinggi, mendorong inovasi hijau, serta membuka peluang kolaborasi global," tutupnya.

Editor: Gokli