Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Ekspor Telur Ayam ke UEA, Bukti Nyata Kerja Sama CEPA
Oleh : Redaksi
Kamis | 24-07-2025 | 09:48 WIB
telur2.jpg Honda-Batam
Pengiriman perdana telur ayam tetas ke Uni Emirat Arab (UEA). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia kembali mencatat sejarah baru dalam sektor ekspor pangan dengan pengiriman perdana telur ayam tetas ke Uni Emirat Arab (UEA), sebagai bagian dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UEA (Indonesia-UAE CEPA).

Pengiriman tersebut dilakukan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang mengekspor sebanyak 460.800 butir telur ayam tetas dengan nilai mencapai Rp 2,2 miliar. Sebelumnya, perusahaan ini juga telah mengekspor lebih dari 230.000 butir telur senilai US$60.000, sehingga total nilai ekspor JPFA ke UEA melampaui Rp 3 miliar.

Tak hanya JPFA, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turut mengambil bagian dalam ekspor ini dengan nilai US$ 99.771 untuk produk telur ayam tetas ke mitranya di UEA.

"Ekspor ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan negara mitra terhadap kualitas produk unggas Indonesia," ujar Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, dalam keterangan tertulis di Abu Dhabi, Rabu (24/7/2025).

Keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari kolaborasi lintas instansi, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), serta peran aktif KBRI Abu Dhabi dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai.

Sejak tahun 2023, pihak-pihak tersebut menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim UEA (MOCCAE), yang akhirnya memberikan pengakuan atas standar fasilitas peternakan di Indonesia melalui sertifikat kesehatan hewan dan izin resmi ekspor unggas.

"Verifikasi yang dilakukan MOCCAE menjadi kunci pembuka akses pasar bagi produk unggas kita di UEA," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah.

Pada periode 2024-2025, Indonesia telah mengantongi izin ekspor untuk berbagai produk unggas, mulai dari telur tetas (hatching egg/HE), anak ayam umur sehari (day-old chick/DOC), telur konsumsi (table egg/TE), hingga produk olahan seperti chicken nugget.

Bahkan pada tahun 2025 mendatang, Indonesia dijadwalkan mengekspor telur konsumsi senilai US$ 350.000, serta produk chicken nugget produksi PT Malindo Food Delight ke jaringan LULU Hypermarket senilai US$ 150.000.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Budi Santoso, pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat daya saing produk pangan nasional di pasar global. "Ini menjadi momentum strategis untuk memperluas kerja sama perdagangan Indonesia, khususnya di sektor pangan, dengan kawasan Timur Tengah," ungkap Budi.

Dengan semakin terbukanya akses pasar dan pengakuan kualitas produk, Indonesia menatap peluang yang lebih luas untuk ekspor pangan berkualitas tinggi, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu eksportir unggas utama di kawasan Asia.

Editor: Gokli