Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pengakuan Warga Australia Konsumsi Blackmores Kena Gangguan Saraf
Oleh : Redaksi
Rabu | 23-07-2025 | 14:48 WIB
AR-BTD-4598-Havana.jpeg Honda-Batam
Ilustrasi. Pengakuan warga Australia kena gangguan saraf usai konsumsi vitamin B6 produk Blackmores. (Foto: iStockphoto/Pornpak Khunatorn)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sejumlah warga Australia mengaku mengalami gangguan saraf (neuropathy) dan masalah kesehatan serius usai mengonsumsi suplemen merek Blackmores yang diduga mengandung kadar vitamin B6 melebihi batas aman. Salah satu warga, Dominic Noonan-O'Keefie, mengaku mengalami gejala neurologis setelah rutin mengonsumsi produk tersebut sejak Mei 2023.

Noonan-O'Keefie mengungkapkan bahwa ia meminum suplemen magnesium dari Blackmores untuk menjaga kesehatan jelang kelahiran anak pertamanya.

Tanpa disadari, produk tersebut disebut mengandung vitamin B6 dengan kadar yang dinilai 'toxic'.

Akibatnya, ia mengalami sejumlah gejala serius seperti kelelahan ekstrem, sakit kepala, kejang otot, jantung berdebar, hingga kehilangan sensasi.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, tim dokternya mendiagnosis Noonan-O'Keefie mengalami neuropathy, yakni gangguan saraf akibat kelebihan vitamin B6.

Meski telah menghentikan konsumsi sejak awal 2024, Noonan-O'Keefie mengaku gejala tersebut masih membekas hingga kini.

Kantor hukum Polaris yang mewakili Noonan-O'Keefie menyatakan tengah menyelidiki kemungkinan pengajuan gugatan class-action terhadap Blackmores.

Sementara itu, Badan Administrasi Barang Terapi Australia (Therapeutic Goods Administration/TGA) dalam laporan keputusan sementaranya pada Juni mengakui belum ada konsensus yang jelas mengenai batas aman konsumsi vitamin B6 untuk mencegah neuropathy.
TGA pun mengusulkan perubahan klasifikasi terhadap produk yang mengandung lebih dari 50 miligram vitamin B6 per hari agar masuk ke dalam kategori "Obat Khusus Apoteker".

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Blackmores menyatakan bahwa perusahaan telah mengetahui perubahan yang diusulkan TGA dan berkomitmen untuk patuh pada ketentuan yang berlaku.

"Di Blackmores, kami berkomitmen pada standar kualitas tertinggi produk dan keamanan konsumen. Semua produk kami yang mengandung vitamin B6 dikembangkan sesuai dengan persyaratan peraturan TGA, termasuk batas dosis harian maksimum dan pernyataan peringatan yang diwajibkan," ujar juru bicara perusahaan, dikutip dari News.com.au.

"Kami mengetahui keputusan sementara yang dikeluarkan TGA dan kami akan memastikan kepatuhan penuh terhadap keputusan akhir," lanjut pernyataan itu.

CNN Indonesia telah menghubungi pihak Blackmores di Australia melalui surel untuk meminta tanggapan lebih lanjut terkait pemberitaan ini, namun belum mendapatkan respons hingga berita ini dinaikkan.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Surya