Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menko Airlangga dan Diplomat AS Bahas Aksesi OECD hingga Kerja Sama Energi Nuklir
Oleh : Redaksi
Rabu | 23-07-2025 | 11:28 WIB
Airlangga-Peter.jpg Honda-Batam
Pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat, Ambassador Peter M Haymond, di Jakarta pada Senin (21/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sepakat mempererat hubungan ekonomi bilateral melalui peningkatan kerja sama strategis di berbagai sektor. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat, Ambassador Peter M Haymond, di Jakarta pada Senin (21/7/2025).

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan bagi diplomat baru AS di Indonesia, tetapi juga menyoroti berbagai isu kerja sama, termasuk investasi, deregulasi, transisi energi, serta dukungan terhadap proses aksesi Indonesia ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

"Proses aksesi OECD ditargetkan akan selesai dalam tiga tahun. Dukungan dari negara-negara anggota seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sangat diperlukan untuk mempercepat proses ini," jelas Menko Airlangga, demikian dikutip laman resmi Kemenko Perekonomian.

Ambassador Peter menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan kesiapan pemerintah AS dalam mendukung langkah Indonesia untuk bergabung dengan OECD. Ia menilai proses aksesi ini sebagai peluang penting bagi Indonesia untuk melakukan reformasi struktural demi peningkatan daya saing ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, kedua pihak juga mengevaluasi kerja sama bilateral yang telah dijalin, termasuk penandatanganan enam nota kesepahaman di bidang energi dan pertanian yang dilakukan di Washington, DC pada 7 Juli 2025 lalu.

"Kami berdiskusi dengan sangat baik bersama Menko Airlangga mengenai berbagai bidang kerja sama dan keterlibatan ekonomi. Hubungan perdagangan dan investasi bilateral kita sangat besar potensinya," ujar Ambassador Peter.

Ia juga mengungkapkan minat untuk mendorong pemanfaatan teknologi nuklir asal Amerika, seperti Small Modular Reactors (SMR), guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi Indonesia.

Salah satu proyek yang dibahas adalah pengembangan energi nuklir berbasis teknologi SMR di kawasan Pantai Gosong, Kalimantan Barat. Studi kelayakan untuk proyek tersebut telah rampung pada akhir 2024. Menko Airlangga menyampaikan harapannya agar kerja sama tersebut dapat berlanjut ke tahap implementasi.

"Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat konkret bagi kedua negara," kata Airlangga.

Menutup pertemuan, Airlangga menekankan pentingnya implementasi hasil perjanjian tarif resiprokal antara kedua negara sebagai bentuk kemitraan ekonomi yang seimbang. "It takes two to tango," ujarnya, menegaskan perlunya komitmen bersama untuk mengakselerasi hasil kerja sama.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga turut didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Edi Prio Pambudi.

Editor: Gokli