Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

IIE 2025 Tegaskan Indonesia sebagai Pusat Wisata Halal Global, Dorong Daya Saing Ekonomi Syariah
Oleh : Redaksi
Selasa | 22-07-2025 | 09:28 WIB
IIE-2025.jpg Honda-Batam
International Islamic Expo (IIE) 2025 di Jakarta, Jumat (11/7/2025). (Foto: Kemenpar)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Penyelenggaraan International Islamic Expo (IIE) 2025 dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama wisata halal dunia.

Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vinsensius Jemadu, saat membuka ajang tersebut di Jakarta, Jumat (11/7/2025).

"Penyelenggaraan IIE 2025 memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata Muslim dunia. Ini bukan sekadar pameran, tapi komitmen konkret untuk mendukung ekosistem industri halal," ujar Vinsensius, demikian dikutip laman Kemenpar.

IIE 2025 diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 11-13 Juli 2025. Acara ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpar bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Dengan mengusung tema 'The 15th Islamic Tourism Exchange', ajang ini menghadirkan lebih dari 1.000 peserta pameran dari dalam dan luar negeri.

Para peserta mencakup pelaku industri pariwisata berbasis syariah seperti biro perjalanan haji dan umrah, maskapai halal, operator tur, hotel ramah Muslim, dan jasa visa. Negara peserta meliputi kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Afrika.

Menurut Vinsensius, potensi wisata halal semakin menjanjikan di tengah proyeksi populasi Muslim dunia yang diperkirakan mencapai 2 miliar jiwa pada 2030. "Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar tentu punya peluang besar untuk mengembangkan potensi wisata halal. Ini bisa dimanfaatkan demi mendorong kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dalam konteks bisnis, wisata halal memberikan layanan pariwisata yang sesuai prinsip syariah, menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman, aman, dan berkesan bagi wisatawan Muslim. Vinsensius menambahkan bahwa sektor ini dapat menjadi keunggulan kompetitif Indonesia, baik secara regional maupun global.

"Penyelenggaraan IIE juga merupakan upaya meningkatkan peringkat Indonesia dalam Global Muslim Travel Index yang saat ini masih cenderung stagnan," tuturnya.

Lebih dari sekadar pameran, IIE 2025 berfungsi sebagai forum strategis bagi penguatan jejaring antarnegara dalam industri halal, serta mendorong pertukaran ide, inovasi, dan investasi di sektor ekonomi syariah. Ajang ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan halal tourism dunia.

"IIE 2025 telah menyediakan platform komprehensif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah lintas benua, memperluas akses investasi, dan mempertegas peran Indonesia sebagai pusat wisata halal global," pungkas Vinsensius.

Editor: Gokli