Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PMI Disiapkan Jadi Duta Pariwisata, Pemerintah Perkuat Sinergi Antar-Kementerian
Oleh : Redaksi
Sabtu | 19-07-2025 | 15:08 WIB
duta-pariwisata.jpg Honda-Batam
Penandatanganan nota kesepahaman oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (kanan) dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding (kiri) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, (14/7/2025). (Kemenpar)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menggagas langkah strategis dalam pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan menjadikan mereka sebagai duta pariwisata di luar negeri.

Upaya ini diwujudkan melalui kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), yang secara resmi disepakati dalam penandatanganan nota kesepahaman pada Senin (14/7/2025) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta.

"Hari ini kita menandai langkah strategis dalam mengembangkan sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian P2MI. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri serta jajaran atas kerja sama yang baik ini," ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Program kerja sama ini mencakup pelatihan Wonderful Indonesia Hospitality Skills bagi calon PMI, yang bertujuan membekali mereka dengan kemampuan dasar di bidang pariwisata dan pelayanan (hospitality). Diharapkan, para PMI dapat tampil lebih percaya diri dan menjadi representasi positif Indonesia di mata dunia.

"Sebagai bagian dari diaspora, para pekerja migran membawa citra Indonesia ke berbagai penjuru dunia. Peran ini menjadikan mereka sebagai kekuatan diplomasi yang menyampaikan pesan budaya melalui interaksi nyata di negara tempat mereka bekerja," tambah Widiyanti.

Tak hanya fokus pada pelatihan, kolaborasi dua kementerian ini juga mencakup pengembangan potensi desa-desa asal PMI. Program Desa Wisata milik Kementerian Pariwisata akan disinergikan dengan inisiatif Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera) milik Kementerian P2MI.

"Desa Migran EMAS akan kami dorong untuk berkembang menjadi desa wisata dengan kekuatan budaya, alam, dan kearifan lokal sebagai daya tariknya," jelas Widiyanti.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya meningkatkan kapasitas dan perlindungan PMI. "Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kerja sama ini sangat penting. Di luar negeri, kebutuhan akan tenaga kerja di bidang hospitality, spa, dan sebagainya sangat tinggi. Maka pelatihan menjadi kunci," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara pengembangan desa wisata dengan desa yang sebagian besar masyarakatnya merupakan pekerja migran. "Kolaborasi ini bagian dari upaya pemberdayaan. Kita ingin PMI bukan hanya pahlawan devisa, tetapi juga aktor pembangunan di daerah asalnya," tegas Karding.

Penandatanganan kesepakatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Plh Sesmenpar R Kurleni Ukar, serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham.

Melalui sinergi ini, pemerintah berharap peran PMI dapat diperluas tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai agen budaya dan promotor pariwisata Indonesia di panggung internasional.

Editor: Gokli