Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga Daging Beku di Batam Meroket, Pemko Segera Gelar Sidak dan Rapat Terpadu
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 16-07-2025 | 20:08 WIB
daging-beku21.jpg Honda-Batam
Daging beku di Pasar Botania 1. (Foto: Dok.Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Harga daging beku di Kota Batam melonjak drastis hingga mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Lonjakan ini langsung direspons Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dengan instruksi tegas untuk menggelar sidak dan rapat terpadu bersama distributor serta instansi teknis.

"Saya sudah minta Pak Mardanis (Kadis Ketahanan Pangan) segera menindaklanjuti. Kita harus cari tahu akar persoalan dengan para distributor dan OPD terkait," ujar Amsakar, Rabu (16/7/2025).

Amsakar menilai, kenaikan ini bisa mengganggu kestabilan inflasi daerah yang selama ini dijaga tetap sehat. "Kalau harga naik, daya beli masyarakat bisa terganggu. Tapi kalau terlalu rendah, pelaku usaha juga dirugikan. Kita harus jaga keseimbangannya," ungkapnya.

Menurut Amsakar, pasokan daging beku dari luar daerah mulai tersendat, baik dari dalam negeri seperti Lampung maupun impor dari Australia. Hal ini berdampak pada menipisnya stok di Batam.

Jika hambatan berasal dari sisi impor, kata Amsakar, pemerintah akan mendalami masalahnya. "Kalau masih dalam kewenangan kami, insyaallah bisa diintervensi," ucapnya.

Untuk itu, Pemko Batam akan menggelar rapat koordinasi darurat serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kondisi pasokan dan distribusi di lapangan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Batam, Ariyanto, juga belum bisa memastikan penyebab utama kenaikan. Namun, ia mengakui harga dari sisi distributor memang naik.

"Saya masih menelusuri penyebabnya. Harga sebelumnya berkisar Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram. Kenaikan ini cukup tinggi dan di luar kebiasaan," ujar Ariyanto.

Selama ini, pasokan daging beku Batam berasal dari Australia dan Selandia Baru, melalui jalur distribusi Singapura. Kondisi harga di negara asal dan kebijakan transit dari Singapura sangat memengaruhi harga jual di Batam.

"Fluktuasi harga ini mengikuti harga dari daerah asal. Kalau harga dari sana naik, kami ikut naik. Kalau turun, ya ikut turun," tambah Ariyanto.

Baik Disperindag Batam maupun Assosiasi Distributor berharap, pada rapat darurat yang akan digelar, menghasilkan langkah konkret untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat.

"Besok kita kasi informasi konkretnya, setelah kami rapat besok. Infonya Polda juga ikut rapat," tutup Ariyanto.

Editor: Yudha