Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemasan Jadi Senjata Daya Saing Industri Kecil, Pemerintah Andalkan Klinik Desain dan Platform Digital
Oleh : Redaksi
Senin | 14-07-2025 | 12:28 WIB
Dirjen-IKMA2.jpg Honda-Batam
Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita. (Foto: Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kemasan produk tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM). Selain mencerminkan citra produk, kemasan juga diyakini mampu memperluas pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen.

"Seiring perkembangan industri, fungsi kemasan kini bukan hanya protektif, tetapi juga bersifat promotif," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Reni menegaskan pemilihan desain kemasan harus mempertimbangkan target pasar, estetika, kenyamanan, hingga ukuran. Kemasan juga menjadi media penting dalam menyampaikan informasi, meningkatkan nilai jual, serta membangun loyalitas konsumen.

"Loyalitas konsumen bisa tumbuh secara emosional melalui warna, tata letak, logo, dan keunikan desain kemasan yang membedakan produk dari pesaing," jelasnya.

Menurut Reni, tren desain kemasan terus berubah seiring perkembangan selera pasar dan teknologi. Tantangan bagi pelaku industri kini bukan hanya menciptakan desain yang estetis, tetapi juga fungsional, ramah lingkungan, dan terjangkau biaya produksinya.

"Hal ini didorong oleh tren konsumen yang semakin peduli lingkungan, kemajuan teknologi, serta kebutuhan inovasi untuk menarik perhatian pasar," tutur Reni.

Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan ajang Inpack Award 2025 yang memberikan ruang kompetisi desain kemasan bagi pelajar dan mahasiswa desain. Reni berharap kompetisi ini mampu menjawab tantangan perubahan tren kemasan saat ini.

Untuk mendukung IKM meningkatkan kualitas desain kemasan, Ditjen IKMA telah mendirikan Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) sejak 2003. Klinik ini membantu pelaku IKM dalam menentukan bahan kemasan, teknologi pengemasan, pembuatan desain, serta label kemasan yang sesuai regulasi. Selain itu, KDMK juga memfasilitasi layanan cetak kemasan.

Dalam menjalankan pembinaan, KDMK menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, rumah kemasan, industri besar, swasta, institusi pendidikan, dan masyarakat umum. Kolaborasi tersebut melahirkan ekosistem yang mendukung IKM dalam berinovasi dan mengembangkan usahanya.

Sebagai salah satu bentuk transformasi digital, Ditjen IKMA meluncurkan platform digital e-Kemasan IKM, yang dapat diakses melalui e-klinikdesainmerekemas.kemenperin.go.id. "Platform ini menjadi pusat data dan informasi seputar kemasan. Selain itu, platform ini menjadi sarana interaktif yang menghubungkan semua pemangku kepentingan dalam satu sistem digital terintegrasi, sehingga proses peningkatan mutu kemasan produk IKM dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar," jelas Reni.

Reni mengungkapkan, platform e-Kemasan IKM menyediakan berbagai fitur, mulai dari data rumah kemasan, mitra usaha, asosiasi, komunitas, referensi KBLI, regulasi, artikel, hingga materi e-learning seputar kemasan. Platform ini juga membuka forum diskusi untuk memudahkan konsultasi antar pelaku industri.

Sejak diluncurkan, platform KDMK tercatat telah dikunjungi oleh 11.491 pengguna hingga akhir 2024. "Pada tahun 2024, KDMK telah melayani 244 IKM, di mana 180 IKM difasilitasi pembuatan atau perbaikan desain merek dan kemasan lewat platform e-KDMK, serta 64 IKM menerima layanan konsultasi langsung. Selain itu, kami juga memberikan konsultasi kepada 45 instansi atau pihak terkait lainnya," terang Reni.

Dalam setiap layanan konsultasi, IKM pemohon akan difasilitasi pembuatan desain berupa dua alternatif logo merek dan dua alternatif desain kemasan. Hal ini diharapkan membantu pelaku usaha menciptakan kemasan yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Editor: Gokli