Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Transaksi QRIS di Kepri Tembus 23,64 Juta, BI: Bukti Masyarakat Makin Percaya Pembayaran Digital
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 09-07-2025 | 12:08 WIB
AR-BTD-4524-BI-Kepri-QRIS.jpeg Honda-Batam
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Digitalisasi sistem pembayaran di Kepulauan Riau (Kepri) kian melesat. Hingga Mei 2025, volume transaksi menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah ini mencapai 23,64 juta transaksi, tumbuh 105,65 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto, mengungkapkan capaian tersebut melampaui rata-rata nasional dan menandakan semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat.

"Pertumbuhan QRIS di Kepri sangat menggembirakan, baik dari sisi volume transaksi, jumlah pengguna, maupun merchant. Ini menunjukkan inklusi keuangan berbasis digital semakin mengakar," kata Rony saat bincang media di Gedung BI Kepri, Selasa (8/7/2025).

Secara nominal, nilai transaksi QRIS di Kepri hingga Mei 2025 tercatat Rp3,34 triliun, meningkat 95,73 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara secara nasional, volume transaksi QRIS pada periode serupa mencapai 4,69 miliar transaksi, tumbuh 150,02 persen yoy, dengan nilai transaksi sebesar Rp468,67 triliun, naik 137,77 persen yoy.

Rony menjelaskan, pertumbuhan QRIS di Kepri konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, volume transaksi tercatat 15,61 juta dengan nilai Rp2,25 triliun. Tahun 2024, melonjak menjadi 33,94 juta transaksi atau tumbuh 117,34 persen yoy, dengan nilai Rp5,03 triliun yang naik 123,29 persen yoy.

Selain transaksi domestik, penggunaan QRIS lintas negara (cross-border) juga menunjukkan tren positif di Kepri. Sistem pembayaran ini mulai dimanfaatkan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia.

"Transaksi QRIS lintas batas makin relevan, terutama bagi Kepri yang berada di kawasan strategis perbatasan. Ini membuka peluang besar untuk sektor pariwisata dan UMKM lokal," ujar Rony.

Ia menambahkan, keberhasilan perluasan QRIS di Kepri tak lepas dari kolaborasi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta lembaga keuangan. "QRIS bukan hanya alat bayar, tapi juga jembatan menuju ekonomi digital yang inklusif. Kami akan terus mengedukasi masyarakat dan memperluas akses, termasuk ke wilayah hinterland," tegas Rony.

Editor: Gokli