Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berawal dari Orderan

Penjual Kripik dan Driver Ojol Jadi Korban Penipuan Jual Beli Akun Mobile Legends
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 16-06-2025 | 22:08 WIB
1606_OJOL-KORBAN-AKUN_9348348.jpg Honda-Batam
Bakti Saputra, pengemudi ojol yang membenarkan bahwa ia hanya menjalankan pesanan Go-Ride dari seseorang saat sedang berada di Batam Center. (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Niat awal ingin menjual akun game Mobile Legends, Timoti (21), penjual kripik di Batam, justru harus kehilangan akses ke handphone miliknya

Tak hanya itu, dugaan penipuan yang dialaminya membuat ia dan seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Bakti Saputra (35) berujung ke kantor polisi, Senin (16/6/2025).

Kepada awak media di Polsek Batam Kota, Timoti menjelaskan awal mula kejadian. Ia mengaku awalnya dihubungi oleh seseorang melalui WhatsApp yang berminat membeli akun Mobile Legends miliknya seharga Rp1 juta. Akun tersebut disebut akan dijadikan hadiah ulang tahun bagi adiknya.

"Setelah sepakat harga, orang itu minta saya kirimkan lokasi rumah. Tak lama, datanglah seorang pria ke rumah, dan bilang beli akun buat adiknya," ujar Timoti.

Setelah Timoti mengirimkan alamat email akun game, tiba-tiba handphone Android miliknya terkunci dan tak bisa digunakan.

Ia pun kehilangan akses ke m-banking yang digunakan untuk menyimpan uang hasil penjualan kripik.

"HP saya langsung gelap, sampai sekarang nggak bisa dibuka. Di dalamnya ada semua akses, termasuk rekening usaha saya," kata Timoti sembari menunjukkan kondisi handphone-nya.

Yang lebih mengejutkan, pria yang datang ke rumahnya ternyata merupakan pengemudi ojol yang mengaku hanya diminta menemui Timoti atas permintaan pihak ketiga.

"Awalnya saya marah, tapi dia ngaku cuma disuruh oleh orang yang order lewat aplikasi. Katanya juga semua alasan soal hadiah adik itu sesuai instruksi si pemesan. Karena takut makin ribut, saya ajak dia ke Polsek," jelasnya.

Sementara itu, Bakti Saputra membenarkan bahwa ia hanya menjalankan pesanan Go-Ride dari seseorang saat sedang berada di Batam Center.

Namun, setelah order masuk, si pemesan menghubungi lewat WhatsApp dan meminta bantuan Bakti untuk mengambil akun game dari Timoti.

"Saya dijanjikan upah Rp250 ribu, diminta lepas atribut ojol biar gak ketahuan. Setelah sampai, saya sampaikan maksud kedatangan, lalu kirim email game ke si pemesan," terang Bakti.

Namun setelah transaksi terjadi, handphone milik Timoti mati. Orderan dibatalkan, dan seluruh riwayat chat Bakti dengan si pemesan menghilang. Bakti pun nyaris jadi sasaran amuk warga karena disangka komplotan penipu.

"Saya juga merasa dijebak. Orderan batal, waktu habis, chat semua hilang. Saya gak tahu apa-apa," ujarnya.

Atas kejadian ini, baik Timoti maupun Bakti akhirnya sepakat untuk membuat laporan ke Polsek Batam Kota. Namun hingga Senin sore, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan resmi.

"Belum ada laporan masuk ke kami. Kalau sudah, baru bisa kami tindak lanjuti," kata Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta saat dikonfirmasi via pesan singkat.

Editor: Surya