Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Derita Fitri, Terhempas ke Aspal Usai Ditendang Dua Pelaku Jambret
Oleh : Paskalis Rianghepat
Senin | 16-06-2025 | 18:08 WIB
AR-BTD-4441-Korban-Jambret-Batam.jpeg Honda-Batam
Fitri, korban jembet ditemui di Mapolsek Batam Kota, Senin (16/6/2025). (Foto: Paskalis Rianghepat/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Langit Batam sedang terik ketika Fitri (23), melaju santai di atas motornya menuju tempat kerja. Jam menunjukkan pukul satu siang pada Rabu (4/6/2025), saat ia melintas di kawasan Agung Podomoro, Batam Kota. Tak ada firasat buruk. Tak ada tanda-tanda sedang dibuntuti. Tapi dalam hitungan detik, siang itu berubah menjadi mimpi buruk.

Dari arah kiri, dua pria tak dikenal mengendarai motor hitam Honda Beat Street menyusul motornya. "Tiba-tiba mereka menyerempet, lalu menendang," kata Fitri saat ditemui di Mapolsek Batam Kota, Senin, 16 Juni 2025.

Tak sempat menghindar, tubuh Fitri terhempas ke aspal. Tas yang tergantung di sisi motornya raib.

Dalam tas itu ada dua telepon genggam, salah satunya iPhone XR biru dan sebuah power bank. Tak hanya kehilangan barang, lecet-lecet di dagu, jidat, dan lengan menjadi bukti kekerasan jalanan yang dialaminya.

Aksi itu rupanya bukan yang pertama. Polisi mencatat, kedua pelaku yang ditangkap adalah MAS (22) dan DS (28), residivis yang berulang kali keluar masuk penjara.

"Mereka menggunakan modus serupa, incar perempuan pengendara motor. Lalu jambret tas dari sisi kiri," ujar Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, dalam konferensi pers di Mapolsek Batam Kota, Senin (16/6/2025).

Polisi menyebut kedua pelaku juga beraksi di kawasan Mediterania dan Sungai Panas. Mereka memilih sasaran secara acak, namun selalu perempuan yang berkendara sendirian sambil menenteng tas selempang. "Kita temukan satu motor, dua HP hasil rampasan, dan pakaian yang digunakan saat kejadian," kata Zaenal.

Kini MAS dan DS dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke-2e KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

VMeski trauma masih membekas, Fitri memilih bicara. "Supaya perempuan lain tidak mengalami yang sama," ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang berhasil menangkap pelaku hanya dalam hitungan hari. Tapi menurutnya, kewaspadaan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Pesannya tegas, jangan menaruh tas di sisi luar motor, apalagi yang mudah dijangkau tangan usil. "Lebih aman pakai ransel atau simpan di bagasi motor," pungkasnya.

Di Batam, cerita Fitri bukan satu-satunya. Tapi ia tak ingin hanya menjadi angka statistik dalam laporan kejahatan jalanan. Ia ingin kisahnya jadi peringatan. Karena di jalanan, satu detik lengah bisa jadi luka seumur hidup.

Editor: Yudha