Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Manajemen First Club: Stevani Berkelahi dengan Tamu Bukan LC First Club
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 07-06-2025 | 19:28 WIB
First-Club1.jpg Honda-Batam
First Club Batam lokasi keributan antara DJ Stevanie dengan empat warga asing asal Vietnam. (Foto: Net)

BATAMTODAY.COM, Batam - Menanggapi pemberitaan yang beredar di media mengenai insiden pengeroyokan terhadap salah satu DJ bernama Stevanie (25) di First Club Batam pada dini hari Sabtu (7/6/2025) lalu, Direktur First Club Lian Tasrin menyampaikan klarifikasinya. Faktanya bukanlah pengeroyokan, tetapi Stevanie berkelahi dengan beberapa pengunjung yang diduga merupakan warga negara asing (WNA).

“Kami menegaskan bahwa tidak ada LC WNA yang bekerja di First Club Batam. Seluruh LC kami adalah Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya dalam pernyataan resminya yang diterima BATAMTODAY.COM.

Kronologisnya, sekitar pukul 02.00 WIB ada terjadi keributan di meja nomor 17 dan 18 bukan didalam VIP. Saat itu terlihat ada kerumunan, ternyata ada perkelahian antara DJ Stevani dan tamu. "Saat melihat itu kami langsung lerai, dan akhirnya perkelahianpun terhenti," lanjutnya.

Menurutnya, perkelahian itu diduga karena asmara antara DJ Stevani dan juga tamu yang merupakan warga asing dan bukan LC seperti yang diberitakan. Saat perkelahian itu mereka terlihat saling jambak dan pukul, namun perkelahian itu dapat dilerai oleh pihak keamanan.

BACA JUGA: Pengeroyokan di First Club Batam Libatkan WN Vietnam, Polisi Lakukan Penyelidikan

Namun, sambungnya, perkelahian kembali terjadi, di halaman parkiran dan yang kedua ini juga berhasil dilerai oleh petugas keamanan yang berjaga dilokasi. "Lalu setelah dilerai, keduanya pergi dari lokasi First Club," katanya.

Lian Tasrin menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan maupun akses terhadap status kewarganegaraan atau pekerjaan para pengunjung, tetapi hanya pihak berwenang seperti kepolisian dan imigrasi yang dapat melakukan verifikasi atas hal tersebut."Kita juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan imigrasi, untuk mendukung proses penyelidikan agar permasalahan ini jelas," katanya.

Dengan adanya kejadian ini, Lian juga sangat menyesalkan dan pihak manajemen juga telah mengambil langkah-langkah internal untuk memperkuat pengawasan, serta menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung maupun staf."Kita juga mengimbau publik dan media untuk menunggu hasil penyelidikan resmi, dari pihak berwenang agar informasi yang beredar tetap objektif dan berimbang," ujarnya.

Stevane Lapor Polsek Lubuk Baja Batam

Sementara itu, Stevane telah melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polsek Lubuk Baja, pada Sabtu 7 Juni 2025 dini hari.

“Saya dikeroyok sama LC Vietnam di First Club empat orang. Gara-gara selisih faham sebenarnya, masalah teman saya ikut terbawa-bawa,” ujar Stevane kepada wartawan usai membuat laporan di Polsek Lubuk Baja Batam.

Ia mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar sekitar pukul 01.40. Ia juga mengaku tidak mengenal para pelaku. “Saya tidak tahu (nama pelaku), karena saya tidak pernah berhubungan dengan mereka. Tapi mereka selalu ada di sana (First Club),” jelasnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, Stevanie mengaku mengalami bengkak dan luka di bagian wajah, kemudian kepala benjol dan luka memar di bagian kaki. “Aku ditendang, dikeroyok, dipukul, ditampar dan ditumbuk,”pungkasnya.

Kuasa Hukum Stevani, Juni Ardi mengungkapkan bahwa setelah membuat laporan polisi, beberapa orang pelaku sudah diamankan pihak Polsek Lubuk Baja Batam.

“Sejauh ini kita sangat mengapresiasi pihak Polsek Lubuk Baja yang dengan cepat merespon laporan dari klien kami, dan saat ini tengah dalam penyelidikan. Beberapa orang pelaku sudah diamankan,” ujarnya di Polsek Lubuk Baja Batam, Sabtu sore.

Editor: Surya