Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Batam Diunggulkan Jadi Pelopor Regional

BRK Syariah Dorong Transformasi Digital Keuangan Daerah Lewat ETPD
Oleh : Aldy Daeng
Jumat | 09-05-2025 | 15:44 WIB
AR-BTD-5715-BRK-Syariah.jpg Honda-Batam
Rapat koordinasi ETPD yang digelar di Hotel Harris Batam Center, Kamis (8/5/2025), bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batam dan Bank Indonesia Perwakilan Kepri. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Riau Kepri (BRK) Syariah terus memperkuat perannya dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah melalui program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam Rapat Koordinasi ETPD yang digelar di Hotel Harris Batam Center, Kamis (8/5/2025), bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batam dan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau.

Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, MA Suharto, menyampaikan penguatan pelaporan digital menjadi kunci dalam menciptakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Inisiatif ini, lanjutnya, merupakan bagian dari implementasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

"Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi solusi strategis dalam meningkatkan efisiensi, kemudahan pemeriksaan keuangan, serta tata kelola yang lebih transparan," ujar Suharto, yang hadir bersama Pemimpin Divisi Dana dan Digital Banking, Edi Wardana dan Branch Manager BRK Syariah Cabang Batam, Alan Asyari.

Menurut Suharto, Batam memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur digital yang menjadikannya layak menjadi percontohan digitalisasi di wilayah Sumatra. "Tahun lalu Batam menempati peringkat ketiga se-Sumatra dalam indeks digitalisasi daerah. Tahun ini, kami optimistis bisa naik peringkat dengan kolaborasi yang konsisten," ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BRK Syariah telah menyiapkan sistem dan layanan digital bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan Pemko Batam, guna mendorong peralihan dari transaksi tunai ke non-tunai.

"Transformasi ini merupakan bagian dari reformasi keuangan daerah, bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran," jelas Suharto.

Dukungan dari Pemerintah Kota Batam pun menguatkan langkah tersebut. Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah, mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mengapresiasi langkah BRK Syariah dalam memfasilitasi digitalisasi di berbagai OPD, termasuk Dinas Perhubungan yang telah lebih dahulu menerapkan sistem non-tunai.

"Langkah ini diharapkan menular ke OPD lainnya, untuk mendorong peningkatan kualitas pelaporan keuangan daerah, termasuk dalam penilaian Tax Point Adjustment (TPA)," ujarnya.

Namun, Azmansyah juga mengakui masih ada tantangan, terutama pada aspek kesiapan teknologi dan keberanian OPD dalam berinovasi. "Kita butuh pendekatan menyeluruh, termasuk edukasi ke masyarakat, agar mereka terbiasa dengan sistem digital," tambahnya.

Senada dengan itu, Asisten Direktur Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Husni Naparin, menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam mendorong digitalisasi transaksi. Ia menyebutkan bahwa Batam menunjukkan tren positif dalam indeks digitalisasi daerah.

"BRK Syariah sudah menyediakan kanal digital yang memadai. Sekarang tantangannya adalah bagaimana OPD dan pemerintah daerah memanfaatkannya secara optimal," ujar Husni.

Ia menambahkan edukasi publik, termasuk di sektor pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi, perlu diperkuat untuk membangun budaya transaksi digital yang berkelanjutan. "Dengan dukungan lintas sektor, Batam berpeluang besar menjadi contoh sukses dalam digitalisasi keuangan daerah di Sumatra," tegas Husni.

Ia juga menekankan bahwa Rakor ETPD ini menjadi titik penting dalam memperkuat arah kebijakan dan strategi transformasi keuangan digital di masa mendatang.

Editor: Gokli