Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PLTP Muara Laboh Jadi Proyek Percontohan

RI-Jepang Perkuat Kolaborasi Transisi Energi Bersih Lewat AZEC
Oleh : Redaksi
Selasa | 06-05-2025 | 13:04 WIB
PLTP-JBIC.jpg Honda-Batam
Penandatanganan kerja sama antara PT Supreme Energy Muara Laboh dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) juga digelar dalam pertemuan antara Menko Airlangga Hartarto, dan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang untuk AZEC, Fumio Kishida, Senin (5/5/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Jepang terus memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan energi berkelanjutan dan infrastruktur ramah lingkungan melalui inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC).

Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2021-2024, Fumio Kishida, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang untuk AZEC.

Pertemuan yang berlangsung pada Senin (5/5/2025) ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba. Kedua negara menegaskan kembali pentingnya kerja sama dalam menciptakan masa depan yang rendah karbon, tangguh, dan inklusif.

"Pertumbuhan kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan. Jepang telah menunjukkan kepemimpinan dalam mendorong transisi energi melalui inisiatif AZEC," ujar Airlangga, dalam keterangannya, demikian dikutip laman Kemenko Perekonomian.

Dalam bidang ekonomi, hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Jepang juga menunjukkan tren positif. Volume perdagangan bilateral pada 2024 mencapai USD 35 miliar, sementara investasi Jepang menembus USD 3,5 miliar, naik 52 persen dibandingkan 2021. Lebih dari 12.000 proyek Jepang telah beroperasi di berbagai sektor strategis di Indonesia.

"Angka investasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan perusahaan Jepang terhadap iklim usaha di Indonesia," tambah Airlangga.

Salah satu proyek unggulan dalam kerja sama AZEC adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh di Solok, Sumatera Barat, dengan kapasitas 80 megawatt. Proyek ini telah mencapai financial close pada 18 April 2025 dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal pertama 2027.

"PLTP Muara Laboh menjadi tonggak penting implementasi proyek AZEC. Ini adalah bukti konkret keseriusan kedua negara dalam proyek rendah emisi," jelas Airlangga.

Penandatanganan kerja sama antara PT Supreme Energy Muara Laboh dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) juga digelar dalam kesempatan tersebut, menandai dimulainya fase pembangunan proyek.

Selain Muara Laboh, pemerintah juga mempercepat penyelesaian sejumlah proyek AZEC lainnya, seperti Legok Nangka Waste-to-Energy, Sustainable Aviation Fuel, PLTP Sarulla, serta proyek jaringan transmisi Jawa-Sumatera. "Kunjungan mantan Perdana Menteri Kishida ini mempertegas keseriusan Indonesia dan Jepang dalam mempercepat transisi energi dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan," tutup Airlangga.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakil Menteri ESDM Yuliot, Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi, serta sejumlah pejabat Kemenko Perekonomian.

Editor: Gokli