Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden NDB Dorong Indonesia Jadi Mitra Strategis dalam Pembangunan Berkelanjutan
Oleh : Redaksi
Rabu | 26-03-2025 | 15:44 WIB
Airlangga-Dilma.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, menerima kunjungan delegasi New Development Bank (NDB) yang dipimpin oleh Presiden NDB, Dilma Vana Rousseff, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan delegasi New Development Bank (NDB) yang dipimpin oleh Presiden NDB, Dilma Vana Rousseff, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/3/2025). Pertemuan ini membahas potensi kerja sama antara Indonesia dan NDB dalam pengembangan infrastruktur dan proyek berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga memaparkan program prioritas Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang terangkum dalam Asta Cita. Program ini mencakup ketahanan pangan, energi, dan akses air bersih. Salah satu langkah konkret yang tengah dijalankan adalah program Makan Bergizi Gratis di berbagai jenjang pendidikan nasional, yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi pedesaan dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Presiden NDB, Dilma Rousseff, mengundang Indonesia untuk bergabung sebagai anggota NDB, bergabung dengan negara-negara BRICS lainnya. "New Development Bank berbeda dari bank multilateral lainnya karena kami menghormati kedaulatan setiap negara dan tidak menerapkan veto power," ujar Rousseff, yang juga merupakan mantan Presiden Brasil ke-36, demikian dikutip laman Kemenko Perekonomian.

NDB berfokus pada pembangunan infrastruktur dan program pemberantasan kemiskinan yang mendukung industrialisasi serta penciptaan lapangan kerja. Dalam diskusi, Menko Airlangga menekankan komitmen Indonesia dalam sektor ketahanan energi, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan untuk mencapai net zero emission pada 2060, termasuk implementasi program B40.

Presiden NDB mengaku terkesan dengan keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan B40, mengingat Brasil hanya mampu mencapai B17 setelah beberapa tahun. Ia juga mengapresiasi inovasi Indonesia dalam sektor energi, khususnya dalam pengolahan biofuel, yang digunakan tidak hanya untuk transportasi tetapi juga sebagai bahan bakar industri pengolahan mineral.

Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber energi terbarukan, seperti geothermal, hydropower, dan critical minerals. Dengan potensi tersebut serta program prioritas yang sedang berjalan, NDB melihat Indonesia sebagai mitra strategis yang sejalan dengan visi NDB sebagai bank pembangunan yang berkelanjutan dengan fokus pada energi hijau.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan koordinasi guna mengeksplorasi lebih lanjut potensi kerja sama serta kemungkinan Indonesia bergabung sebagai anggota NDB.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, serta Staf Khusus dan Staf Ahli Menko Perekonomian.

Editor: Gokli