Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

WHO Beri Nama Baru Cacar Monyet, Mpox
Oleh : Redaksi
Rabu | 30-11-2022 | 14:52 WIB
monkey_pox_b11.jpg Honda-Batam
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Soal nama monkeypox tersebut kemudian direspons oleh WHO yang mengatakan akan menemukan nama baru untuk penyakit cacar monyet setelah berkonsultasi dengan para ahli.


Dikutip dari Gizmodo, Selasa (29/11/2022), nama monkeypox disematkan karena pertama kali ditemukan pada sekelompok monyet percobaan yang diimpor dari Afrika.

Namun, pada kenyataannya, hewan pengerat dianggap sebagai hewan inang utama dari virus tersebut, bukan primata. Para ilmuwan yang tak menyetujui penamaan monkeypox berpendapat bahwa cacar monyet kemudian menjadi identik dengan penyakit "Afrika", dengan mengacu pada kelompok yang berbeda atau clade dari virus berdasarkan wilayah benua tempat mereka pertama kali ditemukan.

Namun, tahun ini atau mungkin lebih awal, penyakit cacar monyet telah menyebar jauh ke luar Afrika, membuat penamaan menjadi kurang tepat. Hal inilah yang kemudian menjadi pertimbangan WHO mengganti nama monkeypox menjadi mpox.

Perubahan nama menjadi mpox, menurut WHO, juga akan lebih mudah diadopsi secara luas dalam berbagai bahasa. Perubahan nama ini juga akan dimasukkan ke International Classification of DIsease (ICD), sebuah buku kode yang dikelola oleh WHO yang digunakan di seluruh dunia untuk tujuan diagnostik.

Setelah resmi mengubah nama, WHO juga akan merekomendasikan periode transisi satu tahun di mana nama cacar monyet (monkeypox) dan mpox dapat digunakan secara bergantian. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kebingungan tentang penyakit di tengah wabah global yang sedang berlangsung

Lebih lanjut, ada perbedaan antara nama penyakit menular dan kuman penyebabnya. Misalnya saja Covid-19 (penyakit) dan SARS-CoV-2 (virus corona). Dalam hal ini, WHO bertanggung jawab untuk penamaan penyakit.

Adapun penamaan virus ditangani oleh International Committe on Taxonomy of Viruses (ICTV). Kendati demikian, ICTV enggan mempertimbangkan perubahan nama drastis untuk cacar monyet. Wabah cacar monyet global tahun ini yang sempat mencapai puncaknya musim panas lalu makin berkurang.

Akan tetapi, masih ada kemungkinan bahwa virus akan terus beredar pada manusia, terutama sebagai penyakit menular seksual.

Editor: Surya