Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Batam sebagai Bandar Dunia Madani Diwarnai Hadirnya Judi Togel Kebal Hukum
Oleh : Aldy
Sabtu | 06-08-2022 | 13:44 WIB
totel-sakti.jpg Honda-Batam
Aktivitas penjualan togel di kios 'Simamora' Kawasan Pasar Angkasa, Kecamatan Lubukbaja. (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Selain kota industri, Kota Batam juga dikenal dengan sebutan Bandar Madani, yang dapat diartikan sebagai kota beradab. Hal ini juga tertuang dalam visi Kota Batam 'Terwujudnya Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern'.

Nah, mengacu pada kota beradab, harusnya di Batam ini tidak ditemukan lagi adanya kegiatan-kegiatan yang ilegal atau melanggar hukum. Di mana, masyarakat di Bandar Dunia Madani adalah orang yang menjalani hidupnya dengan aturan dan berakhlak.

Bukan hal yang mudah memang menanamkan adab dan akhlak terhadap 1,3 juta jiwa penduduk Kota Batam. Tentunya harus didukung stakeholder terkait, khususnya aparat penegak hukum serta kesadaran masyarakat itu sendiri.

Penyakit masyarakat dengan kegiatan melawan hukum akan selalu muncul di daerah berkembang, seperti Kota Batam. Tetapi hal itu bisa dicegah jika saja hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, seperti misalnya menertibakan atau menindak aktivitas perjudian togel, yang kini tengah berkembang pesat di Kota Batam.

Berbicara togel --perjudian tebak angka-- yang mulai menjamur di Batam, menjadi warna tersendiri bagi Kota Batam menuju Bandar Madani Dunia. Sebab, hampir dua tahun beroperasi secara terang-terangan, perjudian togel tetap aman dan lancar.

Kebal hukum? Entah lah!!! Pastinya banyak masyarakat Batam saat ini mengantungkan hidupnya terhadap perjudian tebak angka ini.

Salah seorang yang sudah sangat kecanduan dengan perjudian ini, kepada BATAMTODAY.COM, Sabtu (6/8/2022) mengatakan, sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak menjadi salah satu faktor dirinya mengadu nasib dengan bermain judi tebak angka. Dengan iming-iming hadiah uang berkelipatan besar, pria ini berharap bisa membantu perekonomian keluarganya.

"Apalagi yang mau diharap sekarang bro, cari kerja susah, anak sekolah, belum lagi biaya dapur. Kalau ini kan manalah tau ada rezki. Tembus misalnya empat angka dikali Rp 10 ribu, sudah dapat puluhan juta," ucap pria yang selalu membeli Sie Jie (togel Singapura dengan 23 hadiah) di kios agen 'Simamora', Kawasan Pasar Angkasa, Lubukbaja, Kota Batam.

Dengan bebasnya perjudian togel saat ini, pria berbadan kurus itu menambahkan, dirinya dan temannya pun tidak pernah merasa khawatir untuk bersentuhan dengan hukum.

"Kita mana mau tau itu melanggar hukum atau tidak, yang jelas bandar kan secara terbuka jual togel. Kalau memang ini dilarang di Batam, ya tutup saja bandaranya. Selama ini kan bebas-bebas saja, bagi kami bisa beli, kalau kena dibayar itu sudah cukup, perkara hukum bukan urusan kami," ungkapnya.

Sambung pria yang pernah mendapatkan hadiah Rp 24 juta dari perjudian togel ini, di Kota Batam ada dua agen besar. Mereka, 'Simamora' dan 'Siregar'. Jika 'Simamora' membuka kios penjualan togel di Kawasan Pasar Angkasa, 'Siregar' membuka kios yang sama di Pasar Induk Jodoh. Jaraknya hanya sepelemparan batu. Pembeli tebakan angka itu selalu ramai, bahkan sampai antre.

Di sisi lain, Ketua MUI Kota Batam, Lukman Rifai menjelaskan, keberadaan judi togel atau sie jie, tidak hanya bertentangan dengan norma agama dan Fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majlis Ulama Indonesia, akan tetapi kegiatan perjudian juga bertentangan dengan norma hukum yang berlaku di Indonesia.

"Hal itu sudah diatur dalam Fatwa MUI. Dengan demikian sebagai konsekuensinya bagi umat islam, uang yang dihasilkan dari judi, baik sedikit atau banyak, itu tetap haram. Maka semua pihak (siapapun) wajib tunduk dan menegakkan hukum serta perundan-undangan tentang hal tersebut yang berlaku di negeri ini," tegas Lukman Rifai, Sabtu (30/7/2022) malam.

Editor: Gokli