Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kaukus Kalimantan Parlemen Minta Kepala Otorita IKN dari Putra Daerah
Oleh : Irawan
Selasa | 25-01-2022 | 10:56 WIB
mahyudin_wagub_kalltim_b.jpg Honda-Batam
Wakil Ketua DPD RI Mahyudin menyambut kedatangan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang juga Ketua DPW Partai Gelora Kaltim saat menghadiri pertemuan Kaukus Parlemen (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPD RI Mahyudin mengusulkan Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) berasal dari tokoh-tokoh Kalimantan.

Menurutnya masyarakat Kalimantan mempunyai segudang nama-nama hebat yang mampu menjadi Kepala Otorita IKN.

"Banyak nama-nama yang mumpuni dan pintar untuk menjadi Kepala Otorita IKN. Justru rumornya yang keluar calon nama-nama Kepala Otorita IKN itu-itu saja, bukan berasal dari Kalimantan," ucap Mahyudin saat Silaturahmi Kaukus Kalimantan Parlemen di rumah dinasnya di bilangan Kuningan, Jakarta, Senin (24/1/2022) malam.

Mahyudin juga menghargai keputusan Presiden Joko Widodo yang nantinya akan menunjuk tokoh tertentu sebagai Kepala Otorita IKN.

Namun ia menaruh harapan kepada putra daerah asal Kalimantan yang bisa mengnahkodai IKN.

"Siapa yang ditunjuk presiden kami taat, tapi kalau bisa putra daerah yang bisa menyumbangkan pemikirannya. Karena dia memahami betul daerah Kalimantan seperti apa," harapnya.

Senator asal Kalimantan Timur itu menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan apresiasi setingginya kepada pemerintah karena telah menunjuk Kalimantan sebagai IKN. Artinya, pemerintah memberikan perhatian besar yang bisa membawa harapan bagi masyarakat Kalimantan.

"Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah karena telah menunjuk Kalimantan sebagai IKN. Sehingga Kalimantan mempunyai kesempatan yang sama seperti daerah di Pulau Jawa," tuturnya.

Mahyudin menilai ditunjuknya Kalimantan sebagai IKN merupakan usulan yang luar biasa. Maka jangan disalahartikan bahwa Kalimantan sebagai tempat 'jin buang anak'.

"Yang mengatakan jin buang anak itu karena tidak pernah ke Kalimantan, jadi itu informasi yang menyesatkan. Jadi saya sedikit terganggu atas pernyataan menyesatkan itu. Akibatnya di Kalimantan sekarang ribut, apa pun alesannya diksi itu mengganggu harkat dan martabat masyarakat Kalimantan. Tentu kami meminta kepolisian memprosesnya," kata Mahyudin.

Sementara itu, Anggota DPD RI asal Kalimantan Selatan Habib Pangeran Abdurrahman Bahasyim mengatakan bahwa ia juga sangat kecewa dengan rumor yang beredar calon Kepala Otorita IKN yang bukan berasal dari Kalimantan. Hal tersebut menurutnya seakan Kalimantan tidak mempunyai tokoh-tokoh yang mumpuni.

"Saya merasa kecewa karena ada rumor calon Kepala Otorita IKN bukan berasal dari Kalimantan. Padahal banyak calon asal Kalimantan yang mumpuni," paparnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi menambahkan sejatinya masyarakat Kalimantan Timur cinta damai, cinta kesatuan, dan cinta Indonesia. Menurutnya dari dulu Kalimantan Timur tidak ada catatan buruk 'rusuh' dalam sejarah.

"Kalimantan Timur merupakan provinsi yang kondusif, menerima suku apa saja. Tetapi jika dihina kami tidak terima," tegasnya.

Ketua DPW Partai Gelora Kaltim ini mengajak masyarakat tidak terpancing atas diksi yang menyesatkan itu. Untuk itu, pihak kepolisian harus segera mengambil tindakan tegas atas pernyataan-pernyataan negatif ini.

"Kita tidak boleh main hakim sendiri, biarlah pihak polisi menindak secara tegas sesuai proses hukum berlaku. Jika ada pihak-pihak yang ingin memecah belah NKRI, kita lawan," kata Hadi Mulyadi.

Editor: Surya