Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kayuh Sepeda Puluhan Kilometer, Kakek Penjual Ikan Bertahan Hidup di Tengah Pandemi
Oleh : Wandy
Jumat | 19-11-2021 | 18:59 WIB
3-kakek.jpg Honda-Batam

PKP Developer

Trio kakek di Lingga kayuh sepeda puluhan kilometer untuk berjualan ikan dan kerupuk. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Tiga orang kakek di Kabupaten Lingga, rela tempuh jarak puluhan kilometer untuk menjual ikan dan kerupuk dengan menggunakan sepeda ontel, demi bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Ketiga kakek ini berasal dari Kecamatan Singkep Pesisir, yang setiap harinya menempuh jarak ke Dabo Singkep demi mendapatkan rezeki.

Saat ditemui, ketiga kakek ini bernama Aji, Azam dan Bujang. Mereka menyebut setidaknya jarak rumah mereka ke Dabo Singkep sekitar 14 kilometer.

Dengan artian, setiap hari mereka menempuh jarak 28 Km saat pergi dan pulangnya untuk menjual dagangannya demi bertahan hidup.

Kakek Azam sendiri merupakan seorang warga dari Desa Lanjut. Sementara kakek Aji dan Bujang merupakan warga Desa Sedamai.

Usianya pun tak jauh berbeda. Aji sendiri memiliki usia yang sedikit tua dibandingkan teman dekatnya itu yakni 75 tahun. Sementara Azam berusia 72 tahun dan kakek Bujang berusia 70 tahun.

Ketiga sekawan ini mengaku, mereka telah menjalani pekerjaan ini lebih kurang 40 tahun. "Kalau kakek jualan ikan," kata Aji, Jumat (19/11/2021).

"Kakek jualan kerupuk," sambung Azam.

"Saya sendiri jualan ikan, samalah dengan tok Aji," ucap Bujang.

Untuk perjalanan dari rumah, ketiganya menyebutkan lebih kurang sampai dalam waktu hampir 1 jam. "Untuk ikan sama kerupuk ini kami ambil sama orang, kemudian dijual lagi," ucap Azam dibenarkan kedua temannya.

"Saya masuk jualan ke karyawan, tidak apa-apa masuk. Dulu masih ada zaman tambang timah," ungkap Aji.

Meski tidak pergi secara bersamaan, namun mereka akan pulang bersama dan biasanya akan duduk bersama di warung kopi. "Biasanya pagi pergi jam 12 lewat atau jam 1 dari rumah sesudah Zuhur," ucap ketiganya.

Ketiganya pun menuturkan, mendapatkan penghasilan yang tidak tentu dari hasil jualan mereka apalagi dalam kondisi Covid-19. "Apalagi saat ini kita sedang berada di kondisi pandemi Covid-19. Maka kami rela berjualan hingga puluhan kilomerer jauhnya," ungkapnya.

Pada pagi harinya, ketiga kakek ini akan melakukan aktivitas lain seperti berkebun atau memancing, dan baru berjualan pada siangnya. Setap sorenya, mereka akan kembali dari Dabo Singkep sekira pukul 16.00 WIB.

Meski tampak lelah, namun tidak ada setutur kata pun yang menunjukkan keluhan mereka. Pekerjaan itu mereka jalani dengan rasa syukur dan selalu bersemangat, meski usia yang sudah renta.

Ketiga kakek tersebut berdoa agar pandemi covid-19 segera pergi dan berlalu dari bumi ini sehingga kehidupan bisa kembali normal untuk di jalankan. "Kita berdoa semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu. Namun tetap kita harus mentaati protokol kesehatan," tutur kakek Aji.

Editor: Gokli