Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inilah Prediksi Harry Azhar Azis Soal Pilwako Tanjungpinang
Oleh : Redaksi/Mg
Sabtu | 07-07-2012 | 12:54 WIB
Harry_Azhar_Azis.jpg Honda-Batam
Harry Azhar Azis, foto:doc

BATAM, batamtoday - Anggota DPR RI asal Dapil Kepulauan Riau, Harry Azhar Azis menilai, pelaksanaan pemilihan Wali Kota Tanjungpinang akan berlansung dua putaran. Hal tersebut mengingat ada dua calon yang dianggap memiliki kekuatan sempadan. 


"Kemungkinan akan terjadi dua putaran, dengan menyisakan pasangan Lis Dasmansyah-Syahrul dan Maya-Tengku Dahlan," kata Harry dalam perbincangan dengan batamtoday, Sabtu(7/7/2012).

Menurut Harry yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, sebagai kader Golkar tentunya pihaknya siap mendukung pasangan Maya-Dahlan yang sudah ditentukan pengurus partai di Kota Tanjungpinang.

"Kalau soal dukungan, jelas saya ikut pilihan partai (Golkar.red)," katanya sembari kembali menegaskan akan terjadi dua putaran. 

Mengenai figur pasangan Maya-Dahlan, Harry menjelaskan, pasangan tersebut merupakan calon ideal. Maya yang memiliki darah pemimpin dari Ibunya, Suryatati yang kini memimpin Tanjungpinang, menjadi sempurna dengan kehadiran Tengku Dahlan berlatar belakang dari kalangan birokrasi. 

"Ini pasangan yang cocok, saya pikir perpaduan politisi dan birokrat profesional akan menjadi modal calon Golkar ini untuk memenangkan pemilihan di Tanjungpinang," cetus Harry menilai.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai figur lainnya, mantan Ketua Banggar DPR-RI itu psimis mereka mampu bersaing. 

"Dari survey saja sudah terlihat,  pasangan yang lain (Diluar Lis-Maya.red) realtif rendah, bukan meragukan, tapi itulah realitas dilapangan. Saat ini yang kuat hanya ada dua pasangan, Maya-Dahlan dan Lis-Syahrul, kita lihat saja siapa yang unggul nantinya,"kata Harry sembari berpesan agar masyarakat kota Tanjungpinang menggunakan hak pilihnya. 

"Pilihlah figur yang dikenal, kalau tidak kenal tanya kesana-kemari, dan kalau tidak tahu sama sekali, antara memilih dan tidak memilih sama saja, maka pilihan terjelek adalah golput," tutupnya.