Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemendikbud Akui Ada Kekeliruan dalam Tunjangan Sertifikasi Guru
Oleh : Harjo/Dodo
Kamis | 14-06-2012 | 13:32 WIB
Indra-setiawan-DPRD-Bintan1.gif Honda-Batam

Sekretaris Komisi III DPRD Bintan Indra Setiawan.

TANJUNGUBAN, batamtoday – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakui ada kesalahan dalam proses pengiriman tunjangan bagi guru bersertifikasi sehingga tak dapat cair secara penuh, seperti yang terjadi di Bintan.

“Kemendikbud memang mengakui adanya kekeliruan dalam pengiriman uang untuk tunjangan sertifikasi guru di Bintan. Dimana instansi tersebut sudah menganjurkan agar mengajukan kembali guna pencairan kekurangan anggaran tersebut,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Bintan Indra Setiawan kepada batamtoday di Tanjunguban, Kamis (14/6/2012).

Dikatakan legislator dari PDI Perjuangan ini, dari hasil cek yang dilakukan DPRD dan Disdikpora Bintan, terkait hal data memang sudah benar. Dimana yang diajukan 552 guru yang mengantongi sertifikasi,m seharusnya pihak Kemendikbud sudah mencairkannya secara penuh.

“Kebijakan Disdikpora Bintan mencairkan anggaran, walaupun tidak penuh karena mempertimbangkan dari pada menunggu lebih lama, walaupun angaran yang diterima guru tidak penuh,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Disdikpora juga sudah memperbaharui dan mengusulkan kembali untuk dicairkan kekurangan dana tunjangan sertifikasi dari Kemendikbud. Namun sampai sejauh ini, pihak Kemendikbud belum bisa memastikan kapan kekurangan tersebut bisa kembali dicairkan. 

“Para guru harus lebih bersabar menunggu adanya pencairan lebih lanjut. Termasuk masih adnaya tunjangan sertifikasi yang pada tahun 2011, yang belum diterima. Yang jelas, Komisi III dan Disdikpora Bintan akan terus mengusahakan agar anggaran tersebut secepatnya bisa diterima oleh guru bersertifikasi,” harapnya.