Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kesadaran Aman Berkendara di Kepri Rendah
Oleh : Ali/Dodo
Rabu | 13-06-2012 | 12:41 WIB
dirlantas-polda-kepri.gif Honda-Batam

Kombes Pol. Rusdi Hartono, Dirlantas Polda Kepri.

BATAM, batamtoday - Kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara hingga saat ini masih minim. Hal itu tercermin dari rendahnya kesadaran menggunakan helm pengaman maupun perilaku ugal-ugalan di jalan raya.

"Banyak orang yang memakai helm karena takut kepada polisi, bukannya memahami fungsi dari penggunaan helm itu sendiri. Inilah yang membuat kami meluncurkan program pendekatan kepada masyarakat dengan tajuk Road Safety Partnership Action," kata Kombes Pol. Rusdi Hartono, Dirlantas Polda Kepri kepada batamtoday, Rabu (13/6/2012).

Menurutnya program ini dilakukan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat, dengan tujuan agar dapat menciptakan rasa aman di jalan-jalan. Keselamatan pengendara maupun orang disektarnya harus diperhatikan hingga kini.

 

"Banyak mereka-mereka yang usia produktif meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya kesadaran berkendara dengan aman. Ini harus kami minimalisir," katanya.

Dikatakan Rusdi kembali bahwa hingga saat ini tingkat kecelakaan lalu lintas di Kepri masih sangat tinggi. Dari hasil survei yang dilakukan instansi tersebut, diketahui bahwa korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia, rata- rata adalah usia produktif. 

Semua ini dikarenakan kurangnya rasa kesadaran dari masyarakat sendiri akan keselamatan berlalu lintas. Rusdi mencotohkan salah satu negara yang memiliki lalu lintas cukup tertib.

"Kebetulan saya pernah ke Jepang, dan di Jepang itu, orang yang tidak menggunakan helm itu akan dijauhi oleh masyarakat, karena dianggap dia merupakan orang sakti, yang tidak akan mengalami apa- apa saat terjadi kecelakaan. Dan ini bukan sekedar omong kosong. Selain itu juga, di negara- negara lain, bukan berarti tidak ada macet, hanya saja mereka tertib dan sabar. Tidak seperti masyarakat kita, yang jelas- jelas sudah macet tapi memaksakan diri sehingga jadi semrawut," katanya.

Oleh karena itu, Rusdi menghimbau agar mulai saat ini masyarakat lebih meingkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas. Diharapkan agar masyarakat mau menggunakan helm bukan karena takut kepada polisi, akan tetapi takut pada bahaya yang akan ditimbulkan. Rusdi juga mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak orang tua yang membiasakan anaknya yang masih di bawah umur menggunakan sepeda motor.

"Sekarang ini kan banyak sekali anak sekolah yang bawa kendaraan bermotor. Harus dilihat lagi, kalau umurnya memang sudah layak memiliki SIM dan memang memiliki SIM, maka tidak masalah. Tapi kebanyak sekarang ini, kelas 1 SMP aja sudah bawa motor, itu kan sudah jelas melanggar, karena sudah pasti usianya belum memasuki syarat minimal bisa mengemudi kendaraan secara resmi