Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bintan Jadi Tuan Rumah FSKN II
Oleh : Harjo/Dodo
Selasa | 05-06-2012 | 15:41 WIB

TANJUNGUBAN, batamtoday - Bintan direncanakan akan menjadi tuan rumah perhelatan Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) yang dijadawalkan pada Oktober 2012 mendatang. 

Huzrin Hood selaku Pemangku Adat Raja Sultan Kerajaan Bintan X menyampaikan, Bintan memang dipilih sebagai tuan rumah pelaksananya, kegiatan forum tersebut, tetapi walaupun pelaksanaannya Bintan bertindak sebagai tuan rumah namun direncanakan pelaksanaannya akan dilakukan di Jakarta.

Hal itu kata Huzrin yang juga sebagai ketua panitia pelaksana pertemuan akbar FKSN II, dilakukan untuk mengurangi anggaran sistem pengamanan, mengingat dalam pertemuan tersebut akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

“Presieden rencananya akan hadir dalam pertemuan tersebut. Oleh karena Presiden sudah sering datang ke Kepri dan begitu ketatnya pengamanan, makanya kita mengambil alternatif lain, yaitu pelaksanaan dilakukan di Jakarta,” kata Huzrin, Selasa (5/6/2012).

Dalam hal pelaksanaan dan ditunjuknya Bintan sebagai tuan rumah, Huzrin mengatakan sudah mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kepri. 

Setidaknya, dalam pertemuan tersebut akan turut hadir sekitar 150 perwakilan kerajaan yang ada di Indonesia, dari Papua hingga Aceh. Selain itu, hadir juga raja-raja dari  negara asing yang juga merencanakan akan hadir, diantaranya Inggris, Belanda, Brunei Darussalam dan lainnya. 

“Pelaksanaan pertemuan akbar ini, untuk kedua kalinya, dimana pertama dilaksanakan di Bali pada tahun 2006. Untuk kali ini, direncanakan akan digelar September atau Oktober 2012 ,” katanya.

Lebih jauh kata Huzrin, karena Bintan atau lebih luasnya Kepri menjadi tuan rumah tentunya dalam kegiatan tersebut yang akan lebih ditonjolkan adalah adat dan tradisi Melayu Kepri. Dimana daerah ini, tentunya lebih dikenal sebagai masyarakat yang bermarwah dan beradat. 

Huzrin juga berharap kedepan di Bintan atau Kepri juga ada desa adat, seperti beberapa di daerah lainnya di Indonesia. 

“Mudah-mudahan kedepan ada desa di Kepri yang bakal dijadikan desa adat, seperti di daerah lainnya,” harapnya.