Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemulung Serbu Limbah Besi Tua di Batam Centre
Oleh : Ali/Dodo
Senin | 04-06-2012 | 14:55 WIB

BATAM, batamtoday - Puluhan pemulung menyerbu sebuah tanah lapang di belakang Kawasan Industri Tunas Batam Centre untuk mengais besi tua yang dibuang di lokasi tersebut, Senin (4/6/2012).

Limbah besi tua berjumlah banyak itu disebut-sebut sisa pembangunan dari PT Bodynits International Limited (BIL) dan diperebutkan oleh para pemulung untuk dijual ke penampung.

"Sudah satu bulan ini kami disini mengais rezki," ujar M Toha pemulung yang tinggal di Kampung Nanas, Batam Center. 

Sejak pertama kali memungut potongan besi di lokasi tersebut, Toha mengaku penghasilannya bertambah dari biasanya. Dalam satu bulan kemarin, Toha mengaku berhasil mendapatkan hasil sebesar Rp7 juta hasil dari menjual besi bekas. 

"Pertama kali saya disini, saya dapat sekitar dua ton besi tua. Tapi saya tidak sendiri, dibantu istri dan anak hingga malam hari," ujarnya tersenyum. 

Dikatakannya, bahwa limbah besi tua tersebut berasal dari buangan PT BIL yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari perusahaan yang hampir selesai masa pembangunannya.

 

Tidak hanya PT BIL yang melakukan pembuangan sejak pertama kali membangun gedung, banyak perusahaan sekitar yang menjadikan lokasi ini sebagai tempat pembuangan besi tua.

Alhasil, keberhasilan yang dicapai Toha itu sampai ke telinga para pemulung lainnya. Kini di tempat tersebut, setiap harinya terlihat lebih dari 30 orang pemulung yang mencoba mengais sisa-sisa besi tua yang masih memiliki nilai ekonomi namun sudah dibuang pemiliknya. 

"Sekarang ada lebih dari 30 orang yang datang ke mari. Paling dalam satu hari sekarang dapat 30 sampai 40 kilogram, cukup lah hitungan satu hari kerja," terangnya. 

Sementara itu, Enjel, pemulung lainnya yang tinggal di belakan Perumahan BPD Batam Centre mengaku baru seminggu dirinya mengais besi di tempat itu. 

Potongan-potongan besi tua itu dijual ke penampung di dekat Perumahan PLN dengan harga Rp3.200 per kilogram.

"Lumayan kalau dijual. Dalam sehari kadang bisa dapat seratus hingga dua ratus ribu. tapi tidak menentu juga, kadang yang dibuang banyak besinya, namun kadang juga hanya sampah sisa pengecoran aja," katanya.

Sementara itu, pantauan di lokasi, para pemulung yang mengais potongan besi tua terlihat membekali dirinya dengan cangkul untuk mencongkel tanah yang menimbun limbah tersebut.