Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Beberapa Kali Lakukan Aksi Vulgar

Wanita Penjilat Air Liur Mayat Covid-19 Alami Gangguan Psikologis
Oleh : Putra Gema Pamungkas
Kamis | 27-08-2020 | 15:36 WIB
A-PENJILAT-AIR-LIUR-COVID.jpg Honda-Batam
Hertina Linda, wanita penjilat air liur mayat Covid. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hertina Linda, wanita paruh baya yang nekat menjilat air liur jenazah Covid-19, dinyatakan positif setelah menjalani uji swab di RSKI Galang Batam.

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam pada, Rabu (26/8/2020) lalu, Hertina Linda menjadi pasien positif nomor 499.

Dalam rilis tersebut, Hertina disebutkan memiliki kondisi fisik yang stabil. Akan tetapi, kondisi psikologisnya mengalami gangguan.

Hertina terpapar Covid-19 setelah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif nomor 433 (meninggal dunia). Pasien 433 ini sendiri diambil secara paksa oleh pihak keluarga dari RSBP Batam beberapa hari lalu.

Hertina setelah melakukan aksi nekat menjilat air liur jenazah pasien 433 saat melakukan penolakan saat Tim Gugus Tugas menjemput balik jenazah Covid-19 tersebut di kawasan Tiban, Kecamatan Sekupang.

Tidak berhenti di situ, Hertina juga sempat dikabarkan menjadi DPO oleh gugus tugas Covid-19 Kota Batam, setelah melarikan diri ketika akan digelandang ke RSKI Galang.

Selang beberapa hari berlalu, Hertina berhasil dibawa ke RSKI Galang dan menjalani uji swab. Namun, alih-alih menjalani karantina, dirinya memaksa ingin pulang dan sempat melakukan tindakan yang tidak pantas.

Aksi penolakan dirinya dikarantina di RSKI Galang itu pun sempat didokumentasikan melalui video dan saat ini video tersebut sudah beredar luas.

"Aku tidak bawa celana dalam, celana dalamku kotor. BH ku juga kotor, ini lihat kalau tidak percaya," kata Herlina di dalm video sembari membuka bajunya.

Ketika diusut lebih jauh ke belakang, aksi nekat yang tergolong vulgar tersebut bukan baru ini dilakukan oleh Hertina, dirinya juga sempat melakukan beberapa kali aksi vulgar lainnya, bahkan sempat dilakukan di depan kantor Wali Kota Batam.

Saat itu, Hertina sempat melakukan aksi memanjat pagar kantor Wali Kota Batam dan mengangkat bajunya ketika melakukan aksi unjuk rasa penggusuran Penggusuran Pasar Induk Jodoh.

Selain itu, saat tim terpadu melakukan eksekusi penggusuran Pasar Induk Jodoh, Hertina juga sempat tersorot melakukan aksi vulgar dengan cara membuka celananya.

Bahkan hal tersebut dilakukannya di tengah-tengah massa bentrokan antara pedagang Pasar Induk Jodoh dengan Tim Terpadu.

Saat ini, Hertina sudah menjalani isolasi di RSKI Galang. Hal tersebut dibenarkan Kadinkes Kota Batam. "Sekarang yang bersangkutan sudah menjalani isolasi di RSKI Galang," tegasnya.

Editor: Dardani