PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kakek Ini Nekat Jadi ODP Covid-19 Demi Cucu Tercinta
Oleh : Irwan Hirzal
Sabtu | 04-04-2020 | 09:08 WIB
opd-rusunawa-batam-1.jpg honda-batam
Sejumlah warga yang berstatus ODP di Rusunawa BP Batam Tanjunguncang. (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang kakek asal Sumatera Utara rela menjadi orang dalam pengawasan (OPD) Covid-19, dan ditempatkan di Rusunawa BP Batam Tanjunguncang, demi sang cucu.

Tindakan dan niat sang kakek bermarga Gultom itu, untuk menemani sang cucu, Bintang (11), yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Bintang merupakan anak semata wayang dari Vianey Magdalensia Gultom, pasien Covid-19 yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah pada Senin (30/3/2020) lalu.

Apalagi, Vianey semasa hidupnya merupakan wanita berstatus single parents. Ayah Vianey bergegas dari Sumatera Utara menuju Batam begitu mengetahui putrinya dirawat di RSUD Embung Fatimah sebagai pasien positif Covid-19.

"Ketika satu hari sudah berada di Batam, anak saya meninggal. Perasaan saya ini sangat kacau, karena belum sempat menemui anak saya, dia sudah meninggal," kata Gultom kepada BATAMTODAY.COM.

Perasaan sang kakek kian hancur melihat cucu semata wayangnya harus dibawa petugas untuk dikarantina. Tidak rela cucunya dikarantina seorang diri, sang kakek pun mengajukan diri untuk menemani sang cucu.

Petugas medis memperbolehkan niat sang kakek dan statusnya pun dinaikkan jadi ODP dan kini masih berada di Rusunawa BP Batam Tanjunguncang. "Saya minta ikut karantina bersama cucu saya ini. Tak apalah saya terkena penyakit asalkan cucu saya ada yang temani," ujarnya.

Saat ini sang kakek masih bersama sang cucu di Rusunawa BP Batam Tanjunguncang. Ia berharap sang cucu tercinta bisa sembuh dan keluar dari karantina. Kalau sudah sembuh, Gultom berniat membawa sang cucu ke Kalimantan.

"Apapun yang terjadi saya tidak akan tinggalkan dia sendirian. Harus saya bawa pulang cucuku ini," ujar Gultom, yang mengaku anak dan sanak keluarganya banyak di Kalimantan.

Terkait kesehatan dan status sang cucu saat ini, kakek Gultom mengatakan sudah mulai membaik dan ceria. "Sudah mulai ceria dia, tapi sering nangis karena ingat ibunya. Mohon doanya semoga kami berdua tetap sehat dan bisa segera pulang," harapnya.

Editor: Yudha