PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Diduga Keracunan Permen, 11 Siswa SDN 002 Bunguran Timur Natuna Mual dan Muntah
Oleh : Kalit
Rabu | 19-02-2020 | 19:16 WIB
11-murid.jpg honda-batam
Para murid SDN 002 Bungaran Timur, Natuna yang diduga sempat keracunan permen. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Sebelas murid kelas II SDN 002 Bunguran Timur, Natuna mengalami mual dan muntah setelah mengkonsumsi permen di area kantin sekolah, Selasa (18/2/2020) sore.

Nurhayati, Kepala Sekolah SDN 002 bersama guru kelas II, Fatimah, terkejut saat 11 murid mengalami mual dan muntah. Setelah ditanya kepada para murid, ternyata mereka baru saja mengkonsumsi permen lidi dan permen berbungkus kuninng dari kantin sekolah.

Akan hal ini, pihak sekolah mengambil tindakan melaporkan kejadian itu terhadap wali murid dan selanjutnya pihak sekolah beserta wali murid membawa ke Puskesmas Ranai.

Dari hasil pemeriksaan saat di Puskemas, murid itu mengalami demam dan amandel. "Ini dampak zat asam dari permen tersebut, pihak Puskesmas juga menyita seluruh permen dan akan memeriksa ke bagian laboratorium," kata Nurhayati, Rabu (19/2/2020).

Lanjut Nurhayati, di SDN 002 Bunguran Timur, merupakan hal perdana terjadi masalah keracunan makanan apalagi karena permen.

Kejadian ini langsung mendapat tanggapan dari Dinas Kesehatan dan Pendidikan Kabupaten Natuna.

Faisal Hasibuan, Sekretaris Dinas Pendidikan Natuna turun langsung ke sekolah itu untuk meninjau keadaan para murid dan jajanan yang dijual di kantin sekolah. "Tadi pagi, Dinas Pendidikan minta saya pantau, biar jajanan selama di lingkungan sekolah aman dan sehat," ujar Nurhayati.

Terkait permen yang diduga penyebab keracunan makanan pada 11 murid, Nurhayati mendapat keterangan dari pihak kantin sekolah, barang berupa permen lidi dibeli dari wilayah Pontianak, sedangkan untuk permen berkemas kuning bertulis superzuper di dapat dari Kota Ranai.

"Seluruh permen telah disita pihak Puskesmas dan akan diperiksa di Lab," terang Nurhayati.

Lanjut Nurhayati, pihak sekolah juga memanggil para pedagang di kantin sekolah, memberikan peringatan keras dan imbauan mengutamakan kesehatan dan makanan sehat dan membuat murid kenyang.

"Hampir setiap 3 bulan saya panggil mereka (Pedagang Kantin), agar tidak menjual makanan yang kurang higienis dan penyebab lainya," paparnya.

"Sore ini pihak Puskesmas Ranai, mereka ingin berbicara langsung dengan 11 murid yang mengalami mual dan muntah," katanya.

Terkait 11 murid diduga keracunan permen pada Selasa (18/2/2020) erdiri dari kelas II B berjumlah 10 murid dan kelas II A berjumlah 1 murid. Saat ini, telah sehat dan melakukan aktivitas belajar.

Editor: Gokli