PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tak Hanya Spanduk, Papan Bunga Turut Dipajang Mengenang Almarhumah Sri di Bukit Daeng
Oleh : Hendra
Rabu | 19-02-2020 | 18:17 WIB
papan-bunga1.jpg honda-batam
Spanduk belasungkawa atas meninggalnya Sri Wahyuni karena kecelakaan tragis ditabrak angkutan umum di kawasan Bukit Daeng, Mukakuning. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Selain spanduk 'Sri Ora Bakal Bali, Bimbar Ambyar' di ruas sisi Jalan R Suprapto, Bukit Daeng, Tembesi, Batuaji, Rabu (19/2/2020). Kini turut dipasang papan bunga bela sungkawa, atas kecelakaan tragis yang menimpa Sri Wahyuni, Senin (17/2/2020) lalu.

Pantauan BATAMTODAY.COM, sekitar pukul 15.40 WIB, satu unit kendaraan roda empat mini pick-up membawa papan bunga bertuliskan 'Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Sri Wahyuni'.

Pada papan bunga tersebut, tertulis pengirimnya dari Paguyuban Warga Tulungagung (Pawagung) Barata & Baru Klintheng. Papan bunga dan spanduk tersebut merupakan bentuk duka cita warga Paguyuban atas meninggalnya Sri Wahyuni ditabrak angkutan umum, trayek Batuaji-Jodoh milik CV Anugerah.

Terlihat, beberapa kendaraan juga turut berhenti di pinggir jalan untuk mengabadikan spanduk dan juga papan bunga tersebut. "Kita merasa sedih juga dengan ceritanya. Korban beberapa hari lagi hendak menikah, namun takdir berkata beda," ujar Tobias, salah seorang petugas security yang bekerja di salah satu perusahaan di Mukakuning.

Ia berharap, agar kejadian ini tidak kembali terulang. Seperti warga lainnya, dia juga meminta pemerintah melalui instansi terkait untuk bertindak tegas akan angkutan umum yang senang ugal-ugalan tersebut.

"Kita paham mereka memang ngejar setoran buat nyari makan. Tetapi ingat jug nyawa orang lain di lapangan. Masak tiap lewat ugal-ugalan," jelasnya.

Lainnya, hal yang cukup keras disampaikan Arman Sutresno. Warga asli Magelang yang telah lama tinggal di Kota Batam sedari tahun 1992 itu terang-terangan meminta Wali Kota Batam untuk mencopot Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub).

Apa yang disampaikan pria yang telah memiliki 3 orang anak tersebut, berdasarkan kenyataan, sejauh ini karut-marutnya penataan transportasi yang ada di Batam. "Kita lihat dari urusan parkir, terus persoalan taksi online dan pangkalan. Juga masalah Bimbar ini juga. Copot ajalah Kadishub itu," tutupnya.

Sri Wahyuni meregang nyawa dalam kecelakaan lalu lintas di tanjakan Bukit Daeng, Tembesi, Kecamatan Batuaji, Senin (17/2/2020) pagi. Sepeda motor yang dikendarai bersama adiknya, Ria, diseruduk ankot Bimbar nomor polisi BP 7601 DU yang dikemudikan Rahmat.

Editor: Gokli