PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bahan Baku Industri Hanya Sampai Maret

Sejumlah Perusahaan di Batam Bakal Rumahkan Karyawan dalam Waktu Dekat
Oleh : Irwan HIrzal
Selasa | 18-02-2020 | 15:28 WIB
hki_ke_bp_batam.jpg honda-batam
Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau (Kepri) berkunjung ke BP Batam (Foto: Irwan)

BATAMTODAY.COM, Batam - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau (Kepri) mulai resah atas berhentinya impor bahan baku industri dari China ke Batam. Hal itu disebapkan tutupnya operasional perusahaan di China akibat wabah virus Corona.

"Ada beberapa PMA sudah mengeluh terkait delay shipment. Delay shipment ini disebabkan karena perusahaan di China, pasca libur imlek, tutup akibat virus corona. Kalau perusahaan di China libur sampai akhir Februari, akan berpotensi menyebabkan bahan baku tidak bisa impor dari China," ujar Wakil Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hoeing, di Kantor BP Batam, Selasa (18/2/2020).

Hal itu akan mengakibatkan produksi di sejumlah perusahaan yang ada di Batam akan menurun, mengingat hampir 50 persen bahan baku industri berasal dari negara China.

Bahkan tidak hanya itu, kata Tjaw, dampak yang paling besar terhadap industri di Batam, ratusan bahkan ribuan pekerja terancam dirumahkan.

"Perusahan Industri di Batam bisa merumahkan para pekerja. Ini potensi yang paling besar atau paling buruk dan kita perlu hindari. Tapi untuk sementara ketersedian bahan baku itu masih ada sampai pertengahan Maret," ujarnya.

Meskipun bahan baku industri diperkirakan masih tersedia sampai pertengahan Maret 2020, PMA saat ini masih mencari solusi dalam menyediakan bahan baku industri. Salah satu caranya dengan mendatangkan bahan baku dari Eropa.

"Beberapa perusahaan sudah mencari open market melalui Eropa. Itu arternatif sementara, mereka sedang mencari bahan baku dari Eropa,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto secepatnya akan melakukan diskusi terkait bahan baku industri yang ada di Batam. Meskipun tidak ada program di BP Batam yang menangani bahan baku industri.

"Kita akan fasilitasi diskusi, tapi langkah yang konkret ada di pengusaha,” ujarnya.

Editor: Surya