PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Revisi UU Minerba Dorong Hilirisasi Industri
Oleh : Redaksi
Jumat | 14-02-2020 | 09:28 WIB
Menperin-new3.jpg honda-batam
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong hilirisasi industri, salah satunya dengan melakukan revisi Undang-undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) untuk mengoptimalkan bahan baku mineral yang ada di dalam negeri, sehingga mampu memberikan dampak yang luas bagi perekonomian nasional.

"Kami akan senantiasa mengoptimalkan peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, supaya bisa dimanfaatkan sebanyak-banyaknya di Indonesia dan bisa dinikmati oleh masyarakat," kata Menperin Agus Gumiwang lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut Menperin, guna memacu hilirisasi industri perlu adanya aturan mengenai pemberian izin yang berkaitan dengan pertambangan dan proses produksi.

"Kemenperin dan Kementerian ESDM sudah sepakat bahwa kalau ada investor atau perusahaan yang berdiri sendiri, kemudian melakukan kegiatan smelting, maka dia akan menggunakan Izin Usaha Industri (IUI)," jelasnya.

Sedangkan, bagi perusahaan smelter yang lokasinya sudah terintegrasi dengan lahan pertambangannya menggunakan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

"Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya dari revisi UU Minerba ini. Sebab, akan mengakselerasi langkah hilirisasi itu sendiri," tegasnya.

Dalam hasil raker hari ini, DPR dan pemerintah akhirnya mengesahkan Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang Mineral dan Batu Bara (RUU Minerba). Ketua dan anggota Panja terdiri atas 26 orang perwakilan DPR dan 60 orang perwakilan pemerintah.

Panja tersebut, nantinya membahas mengenai Daftar Isian Masalah (DIM) dari RUU Minerba yang sudah dibuat oleh pemerintah. DPR menargetkan kerja Panja ini selesai pada Agustus tahun 2020.

Sebelumnya, Menperin menegaskan hilirisasi perlu ditopang dengan penggunaan teknologi baru, termasuk penerapan era industri 4.0 untuk menggenjot produktivitas secara lebih efisien.

“Kita semua punya pandangan yang sama mengenai pentingnya inovasi. Pandangan hilirisasi harus didorong di Indonesia. Ini menjadi salah satu program utama dari pemerintah,” tuturnya.

Lebih lanjut, dengan tekad pemerintah tersebut, sejumlah industri besar skala global sudah ada yang berminat masuk dan membuka kegiatan produksi serta risetnya di Indonesia.

"Sejalan hal itu, pemerintah sedang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kegiatan litbang untuk inovasi. Itu menjadi keunggulan komparatif Indonesia dibanding negara lain," kata Menperin.

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha