PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Modus Menakut-nakuti Korban

Polisi Sebut Kasus Viral di Seibeduk Bukan Hipnotis, Melainkan Pemerasan
Oleh : Hendra Mahyudi
Rabu | 29-01-2020 | 09:28 WIB
viral-hipnotis1.jpg honda-batam
Postingan salah seorang natizen terkait pelaku hipnotis yang tengah viral di Facebook. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Viralnya kasus hipnotis di wilayah hukum Kecamatan Sei Beduk, membuat warga menjadi cemas. Namun berdasarkan hasil penyelidikan polisi, pelaku bukan menghipnotis melainkan dugaan pemerasan.

"Kita telah minta keterangan 3 orang korban. Berdasarkan pengakuan korban, terlihat ini lebih pada pemerasan. Pertama korban sejauh ini perempuan, dan saat masuk ke tempat tinggal korban pelaku mengatakan dari petugas keamanan dan mengatakan akan melaporkan korban karena pernah membawa pacarnya ke dalam kamar. Modusnya dengan menakuti-nakuti korban dengan ancaman," ujar Kapolsek Sei Beduk, AKP Daniel Ganjar, Selasa (28/1/2020).

Lanjutnya, dari ketiga korban yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, total kerugian mereka disebutkan sampai Rp 5 juta.

Bahkan, salah seorang korban mengaku terpaksa menggadaikan emasnya untuk membayar uang yang diminta oleh pelaku dengan modus menakuti-nakuti akan dilaporkan kepada komandannya jika uang yang diminta tidak diberikan.

"Sudah ada 3 orang korban kita mintai keterangan, 2 korban membuat laporan dan 1 lagi tidak ingin membuat laporan. Dari 3 orang korban ini total kerugian ada sekitar Rp 5 juta rupiah," kata Daniel.

Lanjutnya, ciri-ciri pelaku telah dikumpulkan, dan timnya telah diturunkan demi menjaga kondusifitas di kawasan hukum Polsek Sei Beduk. Ia pun berharap, agar warga tidak terlalu cemas. Jika ada hal-hal mencurigakan, warga diminta untuk berkoordinasi dengan warga sekitar terutama RT/RW.

"Kita minta warga juga turut membantu, jangan cemas dan jika mendapati sosok mencurigakan berkoordinasi dengan warga sekitar, juga Rt/Rw dan kepolisian. Intinya kita tidak ingin warga menjadi cemas, tim juga telah kita turunkan," tutupnya.

Editor: Yudha