PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2020 Diproyeksikan Turun Jadi 3,3 Persen
Oleh : Redaksi
Selasa | 21-01-2020 | 11:52 WIB
ilustrasi_mata_uang_asing1.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 menjadi 3,3 persen dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2020.

Target tersebut lebih rendah 0,1 persen dibandingkan laporan pada Oktober lalu yakni 3,4 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2021 diprediksi berada di posisi 3,4 persen.

Mengutip AFP, Kepala IMF Kristalina Georgieva menjelaskan revisi target pertumbuhan ekonomi global dipicu perlambatan tajam pertumbuhan ekonomi India. IMF menyebut kondisi itu menjadi penyumbang terbesar penurunan target pertumbuhan ekonomi dunia.

Ia menuturkan konsumsi dan investasi India melemah. Tak hanya itu, India juga mengalami defisit anggaran dan terlambat dalam membuat reformasi struktural.

"Setelah perlambatan ekonomi dunia pada 2019, kami menargetkan kenaikan secara moderat pada pertumbuhan global tahun ini dan selanjutnya," kata Georgieva, Selasa (21/1/2020).

IMF kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi India menjadi 5,8 persen pada 2020 dan 6,5 persen untuk 2021. Meski angkanya relatif kuat, namun IMF menilai jumlah tersebut tidak cukup untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Asia Selatan. India sendiri telah menjadi mesin utama ekspansi global bersama dengan China dalam beberapa tahun, di tengah lesunya ekonomi negara maju.

"Proyeksi ekonomi (India) sudah diturunkan pada Oktober karena besarnya penurunan permintaan domestik di tengah meningkatnya tekanan di sektor keuangan," tulis IMF.

Di sisi lain, IMF menyatakan meredanya tensi perang dagang AS-China, telah mengurangi ketidakpastian ekonomi dunia. Namun demikian, IMF menilai perselisihan dua negara itu belum sepenuhnya reda.

Lihat juga: Ramalan IMF Dongkrak Harga Emas Antam ke Rp771 Ribu per Gram
"Risiko pertumbuhan global di bawah standar tetap ada meskipun terdapat tanda-tanda tentatif momentum stabilisasi," tulis IMF.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani kesepakatan dagang fase pertama dengan China pada pekan lalu. Gencatan perdagangan itu, mendorong prediksi pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu menjadi 6 persen pada 2020. Tetapi, ekonomi China diramal sedikit melambat pada 2021 menjadi 5,8 persen.

Sementara itu, IMF memangkas pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2 persen pada tahun ini dan 1,7 persen pada tahun depan.

Dalam analisisnya, IMF menyebut konflik dagang AS-China berpotensi mengurangi 0,8 poin pertumbuhan ekonomi global. Potensi itu muncul bukan karena kenaikan tarif yang berlaku, namun dipicu ketidakpastian perdagangan akibat konflik sehingga perusahaan mengerem investasi.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha