PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BPS Sebut Ekspor Turun Tajam, 6,94 Persen Sepanjang 2019
Oleh : Redaksi
Rabu | 15-01-2020 | 12:16 WIB
BPS2.jpg honda-batam
Kantor BPS. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sepanjang 2019 sebesar USD 167,53 miliar. Angka tersebut turun tajam, atau sebesar 6,94 persen dibanding pencapaian 2018 yang mencapai USD 180,01 miliar.

"Secara kumulatif total ekspor sebesar USD 167,53 miliar. Turun tajam sebesar 6,94 persen dibanding tahun lalu sebesar USD 180,01 miliar," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Rabu (15/1).

Suhariyanto melanjutkan, untuk Desember 2019, ekspor Indonesia mencapai USD 14,47 miliar mengalami kenaikan sebesar 3,77 persen apabila dibandingkan dengan November 2019. Non migas menyumbang sebesar USD 13,31 miliar dan migas menyumbang USD 1,16 miliar.

"Harga minyak mentah di Indonesia pada November 2019 harganya USD 63,26 per barel. Dan Desember naik harganya USD 67,18 per barel. Jadi ada kenaikan harga minyak. Yang perlu diantisipasi dengan adanya konflik geopolitik AS-Iran," jelasnya.

Menurut sektor, ekspor Indonesia di Desember masih didominasi oleh industri pengolahan sebesar USD 10,86 miliar. Kemudian disusul oleh sektor pertambangan sebesar USD 2,08 miliar dan pertanian sebesar USD 0,37 miliar.

"Komoditas pertanian yang membuat ekspor meningkat dibandingkan November 2019 itu ada beberapa komoditas yang baik yaitu buah buahan, sarang burung, hasil hutan kayu dan biji kapas," jelasnya.

"Komoditas industri pengolahan yang naik yaitu komoditas minyak kelapa sawit, Lalu pakaian jadi. Sektor pertambangan secara month to month naik, tetapi secara year on year turun. Apa yang meningkat adalah biji tembaga, biji logam lainnya," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Editor: Chandra