Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sinergitas Warganet dan Masyarakat Mendukung Pemerintahan Jokowi-Maruf
Oleh : Opini
Jum\'at | 13-12-2019 | 14:28 WIB
medsos-warganet.jpg Honda-Batam
Ilustrasi sosial media. (Foto: Ist)

Oleh Indah Rahmawati

PEMERINTAHAN Jokowi-Maruf telah resmi terbentuk pada Oktober 2019. Dalam Periode keduanya ini, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin membutuhkan dukungan dari segenap pihak termasuk masyarakat umum maupun warganet.

 

Dukungan tersebut diperlukan guna menumbuhkan optimisme masyarakat luas bahwa Pemerintah terus bekerja keras membangun Indonesia.

Tidak dapat disangkal bahwa tingkat perkembangan teknologi sedikit banyak mempengaruhi penggunanya. Mulai dari pola pikir, tutur kata, konten yang diposting hingga respon terhadap lingkungan sekitar.

Meski terdapat aturan-aturan berkenaan dengan teknologi ini, para pengguna seolah tak peduli. Mereka seperti mempunyai dunia sendiri kala teknologi membuka jalan imajinasi.

Namun, sayangnya akhir-akhir ini fungsi teknologi mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Apalagi yang berbau radikalisme dan transnasional yang mampu mengancam integrasi Bangsa.

Hal ini tercermin dengan munculnya beragama konflik yang terjadi di Nusantara. Yang mana didasari atas rasa kebencian, intoleran, dan radikalisme yang semakin kencang di tengah masyarakat hingga dunia maya.

Ditambah lagi, perilaku masyarakat Indonesia yang hobi memviralkan sesuatu, dimana mereka cenderung memberitakan hal yang negatif, baik berupa foto maupun video atau meme sindiran yang memprihatinkan.

Media sosial kini dinilai menjadi salah satu lahan subur bersemainya aksi-aksi yang kontra produktif atas nilai-nilai persatuan. Sifatnya yang anonymous membuat setiap orang dengan bebas membuat akun-akun penyebar konten intoleran dan penuh dengan aroma permusuhan.

Hal ini berakibat pada terjadinya polarisasi rakyat di tengah kehidupan berbangsa yang selanjutnya malah dimanfaatkan oleh manuver politik jangka pendek kelompok tertentu guna merusak nilai-nilai kebangsaan.

Maka dari itu, diperlukan komitmen kuat disertai upaya yang berkesinambungan. Khususnya dari kalangan Warganet agar bisa memposisikan media sosial secara strategis agar dapat kembali berperan sebagai media transformasi berita yang mengandung literasi dan sarana edukasi.

Ketika media sosial kembali berfungsi sebagai instrumen positif dalam menjaga suasana relasi antar anak bangsa agar tetap kondusif, damai, tenteram serta dapat berkontribusi untuk menyukseskan keberlanjutan pembangunan melalui postingan konten yang positif. Yang mana menonjolkan berbagai keunggulan bangsa di dalam rangka mewujudkan program-program pemerintah 5 tahun kedepan. Demi tercapainya Indonesia Maju.

Salah satu contoh kolaborasi warganet dengan masyarakat datang dari Komunitas pegiat medis sosial dari Depok dan sekitarnya yang terdiri dari berbagai kalangan. Yaitu, youtuber, blogger dan juga para content creator bersama insan media yang terhimpun dalam forum jurnalis pesantren melakukan diskusi serta deklarasi gerakan melawan hoax.

Khususnya melalui penyebaran konten positif dalam rangka ikut berkontribusi guna mensukseskan program pembangunan nasional 5 tahun mendatang. Gerakan ini berisi aksi edukasi dan mengajak masyarakat agar lebih bijaksana didalam mencerna berbagai informasi yang datang dari media sosial.

Inisiatif ini didasari akan terbuktinya media sosial sebagai penggerak utama dalam menghasilkan berbagai opini, wacana hingga kesadaran masyarakat akan sesuatu yang sedang terjadi layaknya pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, Ka-Diskominfo Kota Depok, Rita Nurlita mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh FPMSI dan Forum Jurnalis Pesantren serta didukung oleh media Kataindonesia, Kabardepok dan Siarandepok harus bisa menggandeng dan menjadi gerakan masif Warganet guna menyebarkan narasi positif dan semangat optimisme untuk mengajak masyarakat merajut persatuan dan menggapai Kemajuan Bangsa bersama-sama.

DR Indra Samego Pengamat Politik LIPI juga urun pendapat dan mengimbau untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa dengan ikut berperan melawan hoax yang makin santer dilambungkan. Dia menyadari bahwa media sosial menawarkan hal baru bagi warganet, padahal berita maupun konten tersebut belum tentu benar adanya.

Di lain pihak, Hafid Nasir Anggota DPRD Kota Depok turut mengajak insan muda milineal agar lebih melek informasi dan kritis terhadap informasi yang kini beredar di dunia Maya.

Meski dunia maya adalah bersifat semu. Nyatanya warganet memiliki imajinasi yang luar biasa akan dunia satu ini. Sebetulnya yang harus mulai dibenahi adalah SDM-nya sendiri.

Dimana harus mulai berperilaku lebih cerdas dan peka akan apapun yang sekiranya mampu memicu segala bentuk perpecahan, permusuhan hingga kekacauan publik yang dapat berimbas bagi kemajuan Bangsa.

Mari, lebih teliti dan berperan aktif menumbuhkan sikap positif termasuk memposting beragam konten yang bisa mendorong keberhasilan program pemerintah 5 tahun kedepan. Untuk terwujudnya Indonesia yang lebih maju.*

Penulis adalah pengamat sosial politik