Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tewas Meledakkan Diri, Jasad Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi Dibuang ke Laut
Oleh : Redaksi
Selasa | 29-10-2019 | 13:16 WIB
pemimpin-ISIS.jpg Honda-Batam
pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Washington DC - Militer Amerika Serikat (AS) membuang jenazah pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi, ke laut. Jenazah Baghdadi dilaporkan sempat menjalani tradisi pemakaman sesuai ajaran Islam sebelum dibuang.

Baghdadi dipastikan tewas setelah meledakkan diri usai terpojok oleh pasukan elite AS di sebuah terowongan bawah tanah dalam operasi di Suriah. Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya memastikan jasad Baghdadi termutilasi usai meledakkan diri, Selasa (29/10/2019),

Sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, yang dikutip Reuters, tidak mengungkapkan secara jelas lokasi 'pemakaman' Baghdadi tersebut dan berapa lama prosesi itu berlangsung. Dua pejabat AS hanya menyatakan keyakinannya bahwa jenazah Baghdadi dibawa ke lautan dengan sebuah pesawat.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, menuturkan dalam konferensi pers di Pentagon bahwa militer AS membuang jenazah Baghdadi dengan sepatutnya.

"Dengan sepatutnya, sesuai dengan standar operasional prosedur kami dan sesuai dengan aturan hukum konflik bersenjata," tegas Jenderal Milley.

Merujuk pada kondisi mengerikan saat Baghdadi tewas, kecil kemungkinan bahwa militer AS menjalankan prosesi yang sama seperti yang dilakukan terhadap jenazah pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang tewas di tangan Navy SEALs tahun 2011 di Pakistan.

Menurut pemerintah AS, Bin Laden tewas dengan luka tembak di kepala. Jenazah Bin Laden dibawa dengan pesawat ke kapal militer AS, USS Carl Vinson. Jenazah Bin Laden dimandikan sebelum dibungkus dengan kain putih dan doa-doa untuk jenazah sesuai ajaran Islam dibacakan atas jenazahnya.

Prosesi 'pemakaman' Bin Laden di laut memicu reaksi beragam. Seorang imam terkemuka menyebut AS telah melanggar tradisi Islam dengan tidak memakamkan Bin Laden di daratan. Langkah memakamkan Bin Laden di laut itu dipandang sebagai upaya AS untuk mencegah tempat peristirahatan terakhirnya dijadikan 'tempat suci' bagi para ekstremis pengikutnya.

Saat itu di AS, beberapa pihak bertanya-tanya mengapa pria yang bertanggung jawab atas kematian nyaris 3 ribu orang dalam tragedi 11 September 2001, diperlakukan terhormat seperti itu.

Soal tempat 'pemakaman' Baghdadi, Milley tidak menyebut secara detail. Dia hanya mengungkapkan bahwa sebelum dibuang ke laut, jenazah Baghdadi dibawa ke sebuah fasilitas khusus untuk mengonfirmasi identitasnya melalui tes DNA forensik.

"Itu telah dilakukan dan sudah selesai," tandas Milley.

Sumber: Detik.com
Editor: Chandra