Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Nayatakan Kecewa dengan Koalisi Terdahulu

Hanura Kepri Belum Nyatakan Sikap dalam Pildaka 2020
Oleh : Nando Sirait
Sabtu | 12-10-2019 | 15:04 WIB
hanura-20.jpg honda-batam
DPD Hanura Kepri saat konfrensi pers terkait sikap di Pilkada 2020. (Foto: Nando Sirait)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura menyatakan belum menentukan sikap, dalam menghadapi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, untuk Wali Kota Batam maupun Gubernur Kepulauan Riau.

Hal ini dilontarkan langsung Ketua DPD Hanura Kepri, Bakti Lubis yang didampingi oleh Bendahara Umum DPP Hanura, Zulnahar Usman sesaat setelah pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yan digelar di Sahid Hotel, Batam Center, Jumat (11/10/2019) sore.

Dalam kesempatan ini, secara tegas Bakti menyebutkan kekecewaan Hanura sebagai Partai Politik yang pernah mengusung beberapa calon yang saat ini telah menjabat, di mana salah satunya adalah di dalam pemilihan Wali Kota Batam, serta pemilihan untuk Kabupaten Anambas.

Hal ini juga diutarakannya menjadi agenda Rapimda, di mana nantinya pernyataan ini akan disampaikan langsung ke DPP Hanura. "Intinya dari DPC Hanura, nantinya akan diteruskan masukkan itu ke DPD yang akan dilanjutkan ke DPP," tegasnya.

Bakti kembali melontarkan, adanya dukungan politik tak berbalas yang dialami oleh DPC dan DPD Hanura di Kepri, harusnya dapat menjadi pelajaran bagi seluruh kader dalam memilih sosok calon pemimpin yang saat ini tengah bermunculan.

"Kita contohkan untuk Batam dimana beberapa nama saat ini sudah mulai muncul, salah satunya Rudi yang diisukan akan maju sebagai calon Gubenur. Tapi apa akan mendukung atau tidak, itu akan kita bahas kembali di internal DPC hingga DPD," ungkapnya.

Walau begitu, dia juga meminta agar seluruh kader dapat melupakan kejadian tersebut dan melanjutkan pencarian calon yang dianggap mampu memimpin, serta dapat menjalin komunikasi yang baik bahkan setelah Pilkada selesai dilaksanakan.

Bakti menambahkan, pembelajaran yang dimaksud juga berlaku terhadap internal partai. Di mana adanya permasalahan yang ada saat ini, diduga ada dua kemungkinan dimana salah satunya kemungkinan adalah datang dari sikap Kepala Daerah yang terpilih.

Kemungkinan kedua berasal dari komunikasi para petinggi DPC, yang kemungkinan sikap politiknya tidak sesuai dengan visi dan misi pimpinan daerah. "Yang lalu biarlah berlalu. Meski tak berbalas ke Hanura saatnya kembali untuk memilih dan menentukan sikap politik ke calon pemimpin daerah yang benar-benar berkualitas," ujarnya.

Hanura Kepri kata dia, mengajak seluruh kadernya untuk bisa memberikan kesempatan kepada kader lainnya yang ingin maju menjadi pemimpin partai.

Bendara Umum DPP Hanura, Zulnahar Usman, juga melontarkan pernyataan mengenai pilkada Kepri, dimana pihak DPP mempercayakan sepenuhkan ke DPC dan DPD. Karena baginya yang lebih mengetahui tentang situasi politik di daerah, figur seorang calon kepala daerah adalah mereka pengurus yang ada di daerah tersebut.

"Intinya dari DPC Hanura, nantinya akan diteruskan masukkan itu ke DPD yang akan dilanjutkan ke DPP," tegasnya.

Editor: Gokli