PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Korban Tabrak Lari Trans Barelang Kritis, Butuh Batuan Darah Pasca Operasi
Oleh : Irawan
Rabu | 25-09-2019 | 16:04 WIB
ilustrasi_transfusi_darah.jpg honda-batam
Ilustrasi transfusi darah

BATAMTODAY.COM, Batam - Kecelakaan maut di Jalan Trans Barelang, Selasa (24/9/2019) malam kemarin, menelan korban jiwa seorang perempuan berumur 25 tahun bernama Mulya Nanda, dan seorang perempuan lain LDS (19), hingga kini masih dalam keadaan kritis pasca operasi amputasi kakinya yang hancur.

LDS saat ini kondisinya diketahui masih kritis di ruangan ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Ia kekurangan darah golongan A+ pasca operasi amputasi, Rabu (25/9/2019) ini.

Sahabat korban saat dikonfirmasi mengatakan, pada Selasa (24/9/2019) malam kemarin, ia dan pihak rumah sakit telah mendatangi Palang Merah Indonesia (PMI) kota Batam. Meski begitu masih kekurangan stok darah golongan A+. Karena hanya mendapatkan 7 kantong, sementara yang dibutukan adalah 11 kantong.

"Kemarin memang sudah ke PMI, dan hanya mendapatkan tujuh kantong darah, tapi masih kurang banyak untuk operasi, akan tetapi operasi tetap dilanjutkan," ujarnya.

Sementara itu, keterangan dari tim medis yang menangani LDS, sesuai yang disampaikan oleh Andre, sahabat korban. Hingga hari ini stok darah untuk operasi korban masih kurang stok darah sebanyak 3 kantong lagi, karena pasca operasi masih terjadi pendarahan bagian dalam.

"Kalau sekarang kurang 3 kantong lagi. Karena pasca operasi hari ini kita dapat 1 kantong, dan di PMI Kota Batam sudah kehabisan stok darah," terang Andre.

Andre berharap, dengan adanya pemberintaan ini, semoga ada yang terketuk hatinya untuk bisa mendonorkan darah bagi sahabatnya yang telah menjadi korban tabrak lari tersebut. Jika berkenan langsung saja hubungi nomor HP: +62 895-6098-05278 atas nama Andre.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (24/9/2019) dua orang perempuan menjadi korban tabrak lari di jalan Trans Barelang, 1 orang meninggal dunia atas nama Mulya Nanda asal Aceh dan 1 lagi kritis dengan kondisi kaki hancur parah serta diamputasi atas nama LDS (19).

Editor: Surya