PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polisi Mintai Keterangan Saksi Soal Pembakaran Lahan di Marina
Oleh : Hendra Mahyudi
Jum\'at | 20-09-2019 | 14:40 WIB
lahan-marina-terbakar.jpg honda-batam
Lahan di kawasan Waterfront, Marina City Batam saat dibakar. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kebakaran yang terjadi di kawasan Waterfront, Marina City Batam, untuk kepentingan pembukaan lahan oleh warga terus diproses oleh polisi. Bahkan, polisi telah memintai keterangan salah seorang warga.

Demikian ungkap Kanit Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Pol Thetio Nardiyanto kepada BATAMTODAY.COM, Jumat (20/9/2019).

"Untuk pembakaran lahan Kamis (19/9/2019) kemarin, kita saat ini masih sedang proses memintai keterangan para saksi. Baru satu saksi yang kita minta keterangannya," ujar Kanit Reskrim yang biasa dipanggil Theo ini.

Lanjutnya, perihal status pelaku ke depannya itu belum bisa ia jelaskan, karena saat ini pihak kepolisian masih fokus dalam memintai keterangan saksi-saksi.

BACA: Ditinggal Sebentar, Lahan Kosong di Marina Terbakar

"Hanya saja kita paham pembakaran lahan saat ini menjadi antensi publik dan instansi pemerintahan. Nanti kita juga akan cari tahu status lahan yang dibakar tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun BATAMTODAY.COM, sebelumnya. Kebakaran lahan kosong yang hendak dibuka untuk dijadikan ladang ini dilakukan oleh seorang warga sekitar.

Saat diwawancara BATAMTODAY.COM, Jatmiko selaku pemilik lahan mengatakan bahwa lahan tersebut ia sewa dari salah seorang warga yang tinggal di kawasan Dapur-12. Dia menyewa lahan per tahun ia Rp 2 juta. Ia menyewa lahan itu pun karena sebelumnya lahan miliknya telah kena gusur.

"Ini baru kena gusur habis lebaran saya buka lahan di sini," ujarnya singkat.

Ia menjelaskan, terbakarnya lahan tersebut hanya untuk membuat pondok tempat istirahat.

"Jadi saya bakar sekeliling, dan saya matiin ketika telah selesai. Saya kira udah mati karena telah disiram sekeliling, dan kemudian saya tinggal lokasi ini untuk makan pulang, dan balik-balik udah kebakaran kayak gini," terangnya.

Editor: Dardani