PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pesawat Tak Terbang, UAS Batal Mengisi Tabligh Akbar di Anambas
Oleh : Fredy Silalahi
Rabu | 18-09-2019 | 16:28 WIB
uas-anambas2.jpg honda-batam
UAS membuat postingan di akun Medsosnya memberitahukan gagal terbang ke Anambas dari Batam akibat kabut asap. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Tabligh Akbar Ustad Abdul Somad di Kabupaten Kepulauan Anambas batal digelar hari ini, Rabu (18/9/2019) hingga Kamis, (19/9/2019). Pasalnya, transportasi satu-satunya yang diharapkan yaitu maskapai Wings Air tidak dapat terbang akibat kabut asap.

"Sesuai jadwal, hari ini ada Tabligh Akbar di Jemaja yang diisi oleh Ustad Abdul Somad. Namun karena pesawat tidak terbang ke Jemaja, maka acara itu dibatalkan," kata Kabag Kesra Setdakab Anambas, Rio Rizal, Rabu (18/9/2019).

Selain di Jemaja, lanjut Rio, acara tausiyah di Masjid Jami Tarempa yang digelar Kamis (19/9) subuh dan ceramah di Palmatak juga batal. "Kita masih menyesuaikan jadwal beliau (UAS), kalau memang bisa. Kita undang kembali ke Anambas," ucapnya.

Mendapat kabar batalnya UAS mengisi Tabligh Akbar di Anambas, membuat sejumlah jemaah kecewa. "Kami sangat menanti kehadiran beliau (UAS). Karena ceramahnya sangat adem di hati. Namun batal karena pesawat tidak terbang. Mudah-mudahan lain waktu, UAS bisa datang lagi ke sini," ucapnya.

Sementara UAS yang berada di ruang tunggu Bandara Hang Nadim, Batam meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas melalui video singkat. "Saya sudah di Bandara Hang Nadim, mohon maaf kepada masyarakat Anambas belum bisa hadir akibat pesawat tidak bisa take off. Mudah-mudahan tahun depan, sebelum membakar (hutan/lahan) memberi kabar dulu," ucapnya.

Seperti diketahui, segala persiapan untuk menyambut UAS telah rampung, bahkan tempat Tabligh Akbar juga telah selesai di dekorasi. Di sisi lain, rombongan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas juga telah tiba di Jemaja untuk menyambut dan mendampingi UAS. Namun itu semua batal, akibat cuaca tidak mendukung untuk penerbangan. Dan jarak pandang yang dirilis oleh BMKG Tarempa hanya 400 meter.

Editor: Gokli