PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sebanyak 2.469 Tilang Dikeluarkan Selama Operasi Patuh Seligi 2019 di Batam
Oleh : Romi Candra
Jumat | 13-09-2019 | 14:40 WIB
ekspose-tilang.jpg honda-batam
Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, sast rilis di Mapolresta Barelang. (Foto: Romi Candra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang mengeluarkan sebanyak 2469 tilang selama pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2019, yang digelar mulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, sast rilis di Mapolresta Barelang mengungkapan, operasi terasbut telah selesai dilaksanakan dan berjalan lancar.

"Operasi Prtuh Seligi yang kita gelar sudah selesai dan berjalan dengan lacar. Kita juga berhasil menekan angka kecelakaan dan penindakan lebih banyak dibandingkan tahun 2018," ungkap Prasetyo, didampingi Kasat Lantas, Kompol I Putu Bayu Pati, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskan, untuk penindakan yang dilakukan mengalami kenaikan hingga 134,1 persen. Pada tahun 2018 melakuakn penindakan berupa tilang hanya 1051, dan di tahun 2019 meningkat menjadi 2469 tilang.

"Dalam penindakan yang dilakukan mengalami peningkatan sebanyak 1410 tilang. Sedangkan teguran meningkat menjadi 510 di tahun 2019 dari 317 teguran di tahun 2018," jelas Prasetyo.

Dari data yang dimiliki lanjutnya, para pelanggar didominasi oleh kendaraan roda dua. Rata, pelanggaran yang terjadi karena tidak membawa kelengkapan dokuken kendaraan, baik SIM maupun STNK.

"Penilangan yang dilakukan juga banyak kepada pengendara sepeda motor. Selain itu, rata-rata usia pelanggar adalah usia 26 hingga 30 tahun, yang merupakan usi produktif," tambahnya.

Sementara untuk angka kecelakaan yang terjadi saat operasi digelar, pada 2019 hanya terjadi 13 kecelakaan dan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 sebanyak 23 kali atau menurun sekitar 43 persen.

Dilihat dari korban meninggal dunia, pada 2018 terdapat 4 korban meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2019 korban meninggal dunia hanya satu orang, sehingga mengalami penurunan 75 persen.

"Untuk korban yang mengalami luka berat sebanyak 6 orang di tahun 2018 dan di tahun 2019 sebanyak 4 arang. Kondisi ini turun sekitar 33 persen. Begitu juga krugian materi Begitu juga dengan korban yang mengalami luka ringan sebanyak 15 orang pada tahun 2019 sehingga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018, yakni sebanyak 28 korban atau 48 persen," paparnya.

"Sementara untuj kerugian materil yang ditimbulkan, pada tahun 2018 sebanyak 40,4 juta dan menurun di tahun 2019 menjadi 12,9 juta atau 68 perse," tambahnya lagi.

Ia juga berharal agar kegiatan yang dilakukan bisa menimbulkan efek jera bagi masyarakat, sehingga menimbulka kesadaran taat berlalu lintas.

"Tertib berkendara tujuannya juga untuk penetingan si pengendara itu sendiri, agar bisa mengantisipasi tidak menjadi korban kecelakaan," pungkasnya.

Editor: Dardani