PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dibui, Ibuku 'Dihakimi' Media Seperti Pelaku Kriminal Kelas Kakap
Oleh : Hadli
Kamis | 12-09-2019 | 20:04 WIB
penjara11.jpg honda-batam
Ilustrasi dipenjara.

BATAMTODAY COM, Batam - Ibu rumah tangga, MS (58), yang pekerjaannya setiap hari hanya mengurusi suami dan anak-anaknya harus meringkuk di penjara hanya karena membela diri.

AP (33), putri MS, mengatakan, ibunya dibui hanya karena membalas tamparan seorang perempuan. Itu juga dilakukannya dengan tidak sengaja karena reflek dari serangan perempuan bernama Nc terlebih dahulu.

Dalam kasusnya, MS didiskriminasi oleh media online yang memberitakannya. Ia disebut dalam berita di beberapa media sebagai pelaku kriminal. Padahal selama ini tidak pernah berurusan dengan orang lain, apalagi sampai ke ranah hukum.

Namun karena membalas tamparan dari perempuan itu, ia langsung divonis sebagai pelaku kriminal oleh media-media tersebut. Sebagai orang awam, menurutnya, pelaku kriminal adalah pelaku kejahatan yang luar biasa bejatnya.

"Vonis itu tentu saja sangat merugikan kami sekeluarga. Tanpa pernah mengonfirmasi kepada ibu langsung maupun kami sekeluarga, mereka dengan lantang memborbardir berita sepihak. Apa salah ibu kepada mereka sampai sebegitunya memperlakukan ibu sedemikian rupa. Ibu sedang dihadapkan dengan hukum, apakah tidak cukup bagi mereka?" kata AP, belum lama ini.

Ia mempertanyakan apakah menerbitkan suatu produk berita tidak memiliki aturan. Begitu gampang menyebut nama lengkap tanpa adanya konfirmasi. Mengadopsi foto yang ada di Facebook juga tanpa menyebutkan sumber foto. Foto yang dipajang juga tanpa ada bluer, plong dengan jelas begitu saja dalam tampilan sebagai pelaku kiriminal.

Apakah tidak ada bahasa yang lebih layak, lebih santun sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dengan pemberitaan yang berimbang? Bagamana kondisinya, apakah media-media itu ada yang mengawasi sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Apakah mereka dapat rasakan apa yang ibu dalam pesakitan, ditambah dengan kondisi penyakit yang komplikasi dapat semakin memburuk dengan adanya berita sepihak itu?

"Bagiku ibu adalah malaikat yang melundungi kami sekekuarga, bukan pelaku krimanal, seperti yang dituduhkan. Ia hanya membela diri," tutupnya.

Editor: Yudha